TOUNA — Upacara bendera di SMKN 1 Ampana Kota, Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Senin (31/8/2026), dimanfaatkan kepolisian untuk mengingatkan pelajar agar lebih bijak menghadapi berbagai ancaman di lingkungan sekolah maupun ruang digital.
Kasat Binmas Polres Touna AKP Agus Habibie yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan sejumlah pesan kepada para siswa, mulai dari pentingnya menaati aturan, menjaga etika pergaulan, hingga mewaspadai bullying dan konten digital yang mengarah pada kekerasan serta paham radikal.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 07.00 WITA itu dihadiri Kepala SMKN 1 Ampana Kota Dra. Teti Erni Thompa, M.Pd., jajaran guru, serta seluruh siswa. Agus mengatakan pembentukan karakter pelajar tidak cukup hanya melalui prestasi akademik. Kepatuhan terhadap aturan harus berjalan beriringan dengan sikap santun, penghormatan terhadap orang lain, dan kemampuan menjaga perilaku di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Kami mengajak kepada adik-adik pelajar untuk senantiasa menaati aturan, menjaga adab dan norma kesantunan dalam berperilaku, sehingga dapat mencerminkan budi pekerti yang terpuji,” ujar Agus dikutip dari laman rri.co.id.
Selain persoalan kedisiplinan, Agus memberikan perhatian terhadap aktivitas pelajar di media sosial. Menurut dia, perkembangan platform digital membawa manfaat besar, tetapi juga membuka peluang masuknya berbagai informasi dan konten yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda.
Pelajar diminta berhati-hati ketika menerima informasi melalui Facebook, Instagram, WhatsApp, TikTok maupun platform lainnya.
Mereka didorong untuk tidak langsung percaya atau ikut menyebarkan informasi sebelum memastikan sumber dan kebenarannya. Terlebih, konten yang mengandung hoaks, ujaran kebencian, kekerasan, serta propaganda radikalisme dapat memicu konflik dan memengaruhi cara pandang penggunanya.
“Adik-adik pelajar juga harus kritis terhadap setiap informasi yang diterima, tidak mudah terprovokasi dan mampu menyaring konten hoaks, ujaran kebencian maupun paham radikalisme yang dapat mengancam generasi muda,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena ruang digital kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja. Karena itu, kemampuan menyaring informasi dan mengenali konten bermasalah dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan generasi muda.
Agus juga mengingatkan para siswa mengenai persoalan perundungan atau bullying yang masih dapat terjadi di kalangan remaja. Ia meminta siswa tidak menganggap penghinaan, intimidasi, maupun tindakan kekerasan terhadap teman sebagai candaan. Perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik secara fisik maupun verbal, dan dapat menimbulkan dampak serius bagi korban.
Karena itu, para siswa diajak membangun budaya saling menghormati dan tidak melakukan tindakan yang merendahkan atau menyakiti teman.
“Kami mengimbau para siswa untuk menghindari segala bentuk bullying. Jangan menjadikan kekerasan maupun penghinaan terhadap teman sebagai candaan, karena dampaknya dapat serius bagi korban dan pelakunya juga dapat diproses secara hukum,” katanya.
Menurut Agus, lingkungan sekolah yang aman tidak hanya bergantung pada aturan yang dibuat pihak sekolah, tetapi juga pada kesadaran setiap siswa untuk saling menjaga.
Sikap saling menghormati di antara pelajar diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman sekaligus mencegah munculnya konflik di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut turut diikuti personel Sat Binmas Polres Touna, di antaranya KBO Binmas Aiptu Sempo, S.Sos., Ps. Kanit Binkamsa Aiptu H. Abdullah, Ps. Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Ade Saiful, Ps. Kanit Bintibsos Aipda Hori Lalona, Ps. Kaur Mintu Aipda Naek Sihotang, serta Ps. Kanit Binpolmas Zulkifli Musza.
Pihak SMKN 1 Ampana Kota menyambut positif kehadiran jajaran Sat Binmas dalam kegiatan tersebut. Edukasi yang disampaikan dinilai memberikan penguatan kepada siswa mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan sikap saling menghormati.
Melalui kegiatan pembinaan di sekolah, kepolisian tidak hanya menyampaikan pesan mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendorong pelajar membangun karakter yang mampu menghadapi tantangan pergaulan dan perkembangan teknologi.
Pesan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam berperilaku, baik ketika berada di lingkungan sekolah, keluarga, maupun saat beraktivitas di ruang digital.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!