Damaskus – Pemerintah Suriah kembali menegaskan tekadnya untuk memerangi kelompok teroris ISIS (Daesh) serta memastikan wilayah negaranya tidak dimanfaatkan sebagai tempat berlindung kelompok ekstremis. Penegasan tersebut disampaikan menyusul serangan militer Amerika Serikat yang menargetkan posisi ISIS di Suriah.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Suriah pada Sabtu dini hari melalui platform X, Damaskus menyatakan akan terus meningkatkan operasi militer terhadap ISIS di berbagai wilayah yang dinilai berpotensi mengancam keamanan nasional.
Dalam pernyataan itu, Suriah juga menyerukan kepada Amerika Serikat dan negara-negara lain yang tergabung dalam koalisi internasional pimpinan AS agar mendukung upaya pemerintah Suriah dalam memerangi terorisme secara lebih efektif.
Menurut Kementerian Luar Negeri Suriah, kerja sama internasional yang konstruktif diperlukan untuk melindungi warga sipil, sekaligus memulihkan keamanan dan stabilitas, tidak hanya di Suriah tetapi juga di kawasan sekitarnya.
Namun demikian, pihak kementerian tidak mengungkapkan rincian teknis terkait serangan AS tersebut, termasuk lokasi sasaran, jumlah korban, maupun dampak operasional di lapangan.
Pernyataan ini muncul beberapa jam setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer di Suriah sebagai respons atas serangan mematikan yang terjadi pada 13 Desember lalu. Serangan tersebut menargetkan pasukan AS yang berada di dekat Kota Palmyra, Suriah bagian tengah. (
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!