PADANG — Pemerintah Kota Padang menyelenggarakan Padang Harmoni Festival 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu (8/8) hingga Senin (10/8/2026). Perhelatan akbar ini diproyeksikan sebagai etalase keberagaman budaya sekaligus wujud nyata toleransi lintas etnis dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Selama tiga hari pelaksanaan, perayaan ini secara berkesinambungan menghadirkan ragam pertunjukan seni lintas daerah yang mencerminkan harmoni sosial masyarakat majemuk. Ruang ekspresi ini menampilkan rekam jejak rukunnya etnis Minangkabau, Melayu, Tionghoa, dan India, yang turut diperkaya dengan deretan kesenian nusantara seperti Tari Baluse Nias, Gending Sriwijaya, hingga tarian Papua.
“Padang Harmoni Festival ini merupakan festival perdana dalam HJK di Kota Padang. Melalui festival ini kita ingin menunjukkan bahwa Kota Padang adalah kota yang harmonis, toleran, dan kompak menghadapi segala bentuk tantangan, termasuk potensi bencana,” ujar Wali Kota Padang, Fadly Amran, melansir dari laporan Padangkita.com.
Selain merayakan keberagaman lintas etnis, festival yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) ini juga membawa misi khusus di sektor kuliner lewat tema Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy. Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah yang tengah berjuang dalam proses penilaian UNESCO agar Padang diakui sebagai Kota Gastronomi bertaraf internasional.
Kehadiran wadah kebudayaan ini mendapat sambutan positif dari perwakilan daerah lain, salah satunya Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nache. Ia menyerukan kepada seluruh kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang yang telah menetap di Padang untuk terus merawat kota tersebut sebagai rumah bersama dan berkontribusi penuh dalam pembangunannya.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!