Otoritas Suriah Gagalkan Rencana Serangan Sel ISIS di Empat Provinsi

DAMASKUS – Otoritas Suriah membongkar jaringan sel Islamic State (ISIS) yang beroperasi lintas empat provinsi dan menyita sejumlah bahan peledak yang diduga disiapkan untuk melancarkan serangan.

Operasi tersebut dilakukan Badan Intelijen Umum Suriah bersama pasukan keamanan internal setelah serangkaian tindakan keamanan untuk melacak jaringan tersebut. Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan pengungkapan itu pada Minggu (27/9/2026).

Otoritas Suriah menyebut sel ISIS tersebut pertama kali beroperasi di Provinsi Raqqa, wilayah timur laut Suriah. Jaringan itu kemudian memperluas aktivitasnya ke tiga provinsi lain, yakni Aleppo, Idlib, dan Homs.

Empat pemimpin sel ditangkap di Raqqa. Sementara anggota lainnya ditahan di tiga provinsi lain setelah pasukan keamanan melacak pergerakan jaringan tersebut.

Dalam operasi itu, aparat juga menyita sejumlah bahan peledak yang menurut otoritas telah disiapkan untuk mendukung rencana serangan.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan anggota sel tersebut diduga terlibat dalam sejumlah tindak kekerasan. Pasukan keamanan Suriah menyatakan jaringan itu melakukan lima penculikan serta terlibat dalam pembunuhan dan pemasangan alat peledak.

Pengungkapan tersebut menunjukkan aktivitas jaringan ISIS yang masih menjadi perhatian keamanan di sejumlah wilayah Suriah. Pergerakan sel yang melintasi batas provinsi juga menjadi salah satu aspek yang ditangani aparat dalam operasi tersebut.

Penindakan terhadap jaringan ISIS bukan kali pertama dilakukan otoritas Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juli 2026, pasukan keamanan sebelumnya mengumumkan pembongkaran sejumlah sel ISIS di wilayah selatan Suriah.

Dalam operasi tersebut, aparat menangkap Firas al-Dagher yang disebut sebagai salah satu pemimpin senior ISIS.

Kementerian Dalam Negeri Suriah saat itu menyatakan sebanyak 235 anggota ISIS telah ditahan dalam kurun tiga bulan. Pada periode yang sama, otoritas juga mengklaim berhasil menggagalkan tujuh rencana serangan yang dikaitkan dengan kelompok tersebut.

Rangkaian operasi itu menunjukkan bahwa otoritas Suriah masih menghadapi tantangan dalam membatasi aktivitas jaringan ISIS, meski sejumlah sel telah berhasil dibongkar dan anggotanya ditangkap.