Nasir Abbas Ungkapkan Penyesalannya Bergabung ke Kelompok Teroris

Serdang Bedagai – Untuk menangkal dan mengonter penyebaraan paham
radikal di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai (Sergai) khususnya,
dan Sumatera Utara (Sumut) umumnya, Polres Sergai melaksanakan Focus
Group Discussin (FGD) dalam rangkai kontra radikal, bertempat di Aula
Patriatama Polres Sergai, Kamis (21/9).

Kegiatan itu bertema “Terorisme Adalah Musuh Kita Bersama” ini diisi
oleh Nasir Abbas (Mantan anggota teroris Jamaah Islamiyah) sebagai
narasumber dan dihadiri Kabag Penum Div Humas Mabes Polri, Kombes Pol
Nurul Azizah, Kasubbag Renmin Humas Polda Sumut, AKBP Gatot Hendro
Hartoni, Kapolres Sergai yang diwakili Wakapolres, Kompol Damos
Chistian Aritonang, Kabag Ops Polres Sergai, Kompol LS Siregar, Kasat
Intelkam Polres Sergai, AKP Siswoyo, perwakilan Dinas Pendidikan
Provsu, Kabid SMP Dinas Pendidikan Sergai, Maryam, perwakilan FKUB
Sergai, tokoh agama, MABMI Sergai, perwakilan SMA/SMP/Pesantren,
Bhabinkamtibmas Polres Sergai, dan Babinsa Kodim 0204/DS.

Mantan petinggi JI, Nasir Abbas dalam penjelasannya menyebutkan, ia
merupakan mantan teroris anggota Jamaah Islamiyah, dan ia sangat
bersyukur ditangkap dan disadarkan melalui program deradikalisasi
untuk memahami ajaran agama Islam yang sebenarnya.

“Saya berasal dari Singapura dan Mantan Pimpinan Jamaah Islamiyah yang
sudah pernah berperang di Afghanistan, dan saya memengaruhi orang
untuk menjadi pelaku bom bunuh diri, dan mengajak orang berjihad,”
katanya.

Menurutnya, ia adalah contoh yang salah dan jangan ada yang menirunya,
dan ia sangat menyesal melakukannya, karena di umur 18 tahun sudah
meninggalkan keluarga pergi ke Afghanistan.

“Salah guru dapat menjadikan gagal pemahaman tentang ajaran Islam,
intoleran itu terkait dengan SARA. Kelompok terorisme seperti JI, JAD,
ISIS, NI, HTI ingin menegakkan negara Islam sesuai dengan Khilafah,
dengan jalan berjihad memerangi negara Indonesia,” jelasnya.

“Maka saya mengajak, mari memperkokoh Negara Indonesia, dan NKRI harga
mati,” ajaknya.

Sementara Wakapolres Sergai, Kompol Damos dalam sambutannya
mengatakan, “Kita jangan mudah terprovokasi dengan berita hoaks, dan
kita harus menjaga keutuhan NKRI, serta mari kita dengarkan
penjelasanan dari narasumber untuk dapat menjadi pembelajaran bagi
kita semua.”

Sedangkan Kabag Penum Div Humas Mabes Polri, Kombes Pol Nurul Azizah
menyampaikan, terorisme adalah musuh bersama. Oleh karenanya harus
mencegah paham radikalisme dan harus menjaga keutuhan NKRI.

“FGD Kontra Radikal yang dilaksakan hari ini merupakan program
Kapolri, yang juga upaya preventif untuk mencegah paham radikalisme,”
sebutnya.