Palu – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengajak pengurus masjid dan masyarakat untuk lebih arif dalam menggunakan pengeras suara, khususnya saat membangunkan sahur.
Imbauan tersebut disampaikan Ketua MUI Kota Palu, Prof Zainal Abidin, sebagai bentuk kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat yang majemuk. Menurutnya, pengaturan tata cara penggunaan toa bukanlah pembatasan syiar, melainkan upaya menjaga kerukunan dan kedamaian antarwarga.
Ia menilai arahan dari MUI pusat mengenai penggunaan pengeras suara selama Ramadan merupakan langkah positif. Pendekatan ini lahir dari semangat merawat toleransi di tengah perbedaan agama, aliran, maupun latar belakang sosial masyarakat.
Secara teknis, Zainal menjelaskan bahwa penggunaan pengeras suara tetap diperbolehkan selama tidak menimbulkan keberatan di lingkungan sekitar. Namun, jika ada warga yang merasa terganggu atau terdapat masyarakat yang sedang sakit, maka hal tersebut perlu menjadi pertimbangan bersama pengurus masjid.
Zainal yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah menekankan, keberhasilan dakwah tidak ditentukan oleh seberapa keras volume suara yang dipancarkan dari menara masjid. Justru, menurutnya, kekuatan Islam terletak pada kelembutan dan kesantunan dalam menyampaikan pesan agama.
“Kesuksesan Islam itu bergantung pada cara penyampaian yang santun dan bijaksana,” ujarnya.
MUI Palu pun mendorong agar setiap metode dakwah menghadirkan rasa nyaman bagi semua pihak. Prinsip ini selaras dengan nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin—agama yang membawa kasih sayang bagi seluruh alam.
Di bulan suci ini, ibadah puasa semestinya tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai momentum memperbaiki akhlak dan memperkuat harmoni sosial. Hubungan yang baik dengan Tuhan, kata Zainal, harus sejalan dengan hubungan yang baik antar sesama manusia.
Dengan pendekatan yang lebih bijak, MUI Palu berharap Ramadan menjadi ruang memperkuat toleransi dan memperindah wajah Islam di tengah masyarakat yang beragam.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!