Moskow Mulai Proses Repatriasi Warga Negara Eks ISIS dari Penjara Irak

MOSKOW – Pemerintah Rusia secara resmi menyatakan kesiapannya untuk merepatriasi warga negaranya yang terafiliasi dengan kelompok teroris ISIS dari tahanan di Irak.  Langkah ini menyusul pemindahan massal sekitar 6.000 tahanan ISIS—termasuk sekitar 130 warga negara Rusia—dari wilayah Suriah ke Irak oleh Komando Pusat Amerika Serikat (USCENTCOM) dalam satu bulan terakhir.

Dilansir dari Jerusalem Post pada 26 Februari 2026, keputusan repatriasi ini dikonfirmasi setelah adanya pertemuan diplomatik tingkat tinggi di Moskow antara duta besar Irak dan otoritas keamanan Rusia. Setidaknya, Irak menahan 5.704 tersangka pejuang ISIS dari 61 negara. Termasuk 160 warga Turki, 130 warga Rusia, dan ratusan warga Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Rusia, Igor Zubov, menegaskan komitmen pemerintahnya untuk menindaklanjuti proses pemulangan tersebut. Zubov menyatakan bahwa prosedur akan segera dijalankan setelah tahap verifikasi identitas selesai dilakukan.

“Rusia akan bergerak maju untuk menerima warga negara Rusia setelah kewarganegaraan para tahanan tersebut diverifikasi,” ujar Igor Zubov sebagaimana dikutip dari laporan resmi kedutaan Irak di Moskow.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Baghdad untuk menekan beban keamanan nasional dengan mendesak peran negara lain guna mengambil kembali warga negara mereka. Repatriasi menjadi isu krusial mengingat hanya sekitar 460 dari 5.700 tahanan ISIS di Irak yang merupakan warga lokal, sementara sisanya berasal dari lebih dari 60 negara berbeda.