PADANG — Pemerintah Kota Padang akan menyelenggarakan Padang Harmony Festival (Padang Multi-etnis Festival) untuk pertama kalinya di kawasan bersejarah Kota Lama Batang Arau pada 7, 8, dan 10 Agustus 2026. Pagelaran seni budaya ini diinisiasi sebagai agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 guna memperkokoh nilai harmoni dan toleransi antar-etnis di wilayah tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk hadir menyaksikan festival ini. Padang Harmony Festival menjadi gambaran nyata bahwa harmonisasi, toleransi, serta kerukunan antar-etnis dan antarumat beragama di Kota Padang terus terjaga dengan baik,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang, Syahendri Barkah, dilansir dari laporan InfoPublik, Senin (13/7/2026).
Menurut laporan InfoPublik, persiapan penyelenggaraan festival ini telah dimatangkan melalui rapat koordinasi lintas sektoral di Kantor Kesbangpol pada Senin (13/7/2026). Syahendri menjelaskan bahwa festival tersebut akan menjadi ruang ekspresi budaya bagi 13 paguyuban etnis yang hidup berdampingan di Padang. Seluruh komunitas akan menampilkan seni tradisional, musik, tarian, hingga atraksi budaya yang mencerminkan identitas masing-masing.
“Padang dikenal dengan filosofi Urang Padang Jalan Barampek, yang menggambarkan harmonisasi masyarakat Minangkabau, India, Tionghoa, dan Nias. Selain itu, terdapat pula berbagai paguyuban dari Jawa, Bali, Sunda, Batak, dan etnis lainnya yang turut memperkaya keberagaman Kota Padang,” jelas Syahendri mengutip InfoPublik.
Pemerintah Kota Padang berharap perayaan keberagaman tersebut tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan. Kehadiran festival ini ditargetkan mampu menjadi kekuatan sosial untuk menggerakkan sektor pariwisata, mendongkrak ekonomi kreatif, dan mengukuhkan identitas Padang sebagai kota yang inklusif.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!