Militan ISIS (Reuters)

Menlu Perancis: Terima Semua Pengungsi Berarti Kemenangan Bagi ISIS

Paris – Krisis pengungsi melanda Eropa. Pemerintah Perancis mengingatkan bahwa menerima semua pengungsi yang lari dari penindasan militan ISIS di Suriah dan Irak adalah merupakan sebuah kesalahan. Karenanya, Perancis menyerukan adanya rencana aksi untuk memastikan keberagaman Timur Tengah tetap terjaga meskipun dilanda konflik.
“Ini memang sangat sulit, namun jika semua pengungsi ini datang ke Eropa atau lainnya, maka Daesh telah memenangkan pertandingan,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Perancis Laurent Fabius kepada radio RTL. Daesh merupakan nama Arab dari ISIS.
Hal tersebut disampaikan Fabius di tengah berlangsungnya pertemuan para menteri dari 60 negara, termasuk dari Irak, Yordania, Turki dan Libanon.
“Tujuan dari konferensi ini adalah agar Timur Tengah tetap Timur Tengah, yang berarti sebuah wilayah keberagaman di mana ada warga Kristen, Yazidi, dan lain-lain,” tutur Menlu Fabius seperti diberitakan AFP, Rabu (9/9).
Dalam pertemuan yang digelar di Paris, Perancis tersebut, para menteri membahas langkah-langkah terkait gelombang pengungsi penindasan militan ISIS dari Irak, Suriah dan lainnya yang membanjiri Eropa saat ini.
Sebelumnya, pemerintah Spanyol menyerukan pengawasan lebih ketat terhadap gelombang pengungsi besar-besaran dari Suriah ke Eropa. Spanyol khawatir gelombang pengungsi ini disusupi militan ISIS.
“Kebanyakan adalah pengungsi yang melarikan diri dari perang, teror, tapi kita tidak bisa melupakan Daesh yang ada di sana dan kelompok barbar ini telah menunjukkan mereka mampu mewujudkan ancaman mereka,” ujar Menteri Dalam Negeri Spanyol, JorgeFernandez Diaz kepada ABC.
“Bagaimana bisa kita meragukannya, bisa jadi di antara gelombang orang-orang ini yang bukan pengungsi sesungguhnya, bisa menyusupkan diri mereka. Di samping itu, jelas bahwa orang-orang ini mengungsi dari Suriah dan Daesh ada di sana,” tandasnya.
(Farres Haikal)

Sumber : kriminalitas.com