Kupang – Pembukaan Festival Paskah Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) 2026 di Kupang tak sekadar seremoni keagamaan. Prosesi Obor Perdamaian yang diarak lintas kabupaten menjadi simbol kuat persatuan pemuda dan toleransi antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur.
Ketua panitia, Simson Polin, menegaskan obor yang dibawa dari berbagai wilayah di Pulau Timor mencerminkan konsolidasi generasi muda sebagai pilar gereja sekaligus bangsa. Menurutnya, pesan utama yang dibawa bukan hanya semangat Paskah, tetapi juga komitmen menjaga damai di tengah keberagaman.
“Obor ini bukan sekadar simbol, tetapi pesan persatuan dan damai dari generasi muda NTT,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Obor Perdamaian sebelumnya diarak dari Kabupaten Belu, melintasi Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, hingga tiba di Kota Kupang. Setelah itu, obor diserahkan kepada Ketua Sinode GMIT untuk dibawa ke Kabupaten Rote Ndao sebagai titik nol wilayah terluar selatan Indonesia.
Panitia menyebut penyalaan obor di wilayah terselatan tersebut menjadi simbol pesan damai dari beranda selatan Nusantara kepada dunia yang tengah menghadapi berbagai tantangan global.
Tak hanya itu, Prosesi Galilea juga menjadi perhatian karena melibatkan lintas agama. Rangkaian kegiatan dimulai dari Pantai Lasiana menuju kawasan Taman Laut Tedis dengan menggunakan perahu nelayan. Kegiatan ini turut melibatkan partisipasi umat Muslim serta dukungan komunitas Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Oesapa Selatan.
Keterlibatan lintas komunitas tersebut dinilai menjadi gambaran nyata harmoni sosial di NTT. Panitia menegaskan bahwa keberagaman agama di daerah ini justru menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan.
“Kalau mau melihat Indonesia, lihatlah dari NTT. Keberagaman agama itu indah,” kata panitia.
Festival Paskah GMIT sendiri telah berlangsung sekitar dua dekade dan terus berkembang menjadi ruang refleksi iman sekaligus panggung mempererat persaudaraan lintas umat. Tahun ini, pesan damai dari generasi muda diharapkan mampu menginspirasi daerah lain dalam merawat toleransi dan persatuan bangsa.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!