LCC Empat Pilar 2026: Strategi Disdikbud Lampung Tangkal Radikalisme Lewat Penguatan Karakter Pelajar

Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mempertegas komitmennya dalam menjaga ideologi bangsa dengan menyelenggarakan seleksi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di Hotel Radisson Lampung Kedaton. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, memandang ajang ini sebagai instrumen vital untuk membentengi generasi muda dari ancaman intoleransi dan paham radikal yang berpotensi merusak persatuan. 

Melalui penguasaan mendalam terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, para pelajar diharapkan memiliki imunitas mental yang kuat dalam menghadapi infiltrasi ideologi asing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa. Kegiatan ini dilangsungkan pada Sabtu (18/4) lalu.

Thomas Amirico menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini jauh melampaui skor akademik, melainkan sebuah gerakan penanaman rasa cinta tanah air yang mendalam. “Saya memandang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagaimana kita mendorong anak-anak kita agar memiliki jiwa, semangat, hati, dan rasa kebanggaan dalam menjaga kehidupan berbangsa ini,” ujar Thomas dengan penuh optimisme. 

Baginya, pemahaman yang kuat terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara adalah pondasi utama untuk mencegah remaja terjebak dalam aksi-aksi impulsif yang mengarah pada radikalisme. “Saya berharap melalui ajang ini lahir siswa-siswi terbaik yang menjadi teladan kebangsaan dan menginspirasi rekan sebaya mereka untuk menjauhi segala bentuk paham kekerasan,” tambahnya.

Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, yang membuka kegiatan tersebut secara resmi, menaruh harapan besar kepada para peserta sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. Ia mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam membangun karakter siswa yang moderat dan toleran. 

“Saya sangat berterima kasih kepada jajaran Dinas Pendidikan Lampung atas kerja sama ini dalam membangun generasi muda yang berkarakter, terutama dalam mengimplementasikan semangat ‘Sai Bumi Ruwa Jurai’ sebagai cerminan kebersamaan kita,” tutur Siti Fauziah dalam sambutannya. Ia meyakini bahwa keterlibatan aktif siswa dalam membedah nilai-nilai Empat Pilar akan menutup ruang gerak bagi berkembangnya sikap intoleran di lingkungan sekolah.

Kompetisi yang berlangsung ketat ini melibatkan sembilan sekolah terbaik di Lampung, di mana SMA Al Kautsar akhirnya berhasil keluar sebagai juara pertama dengan raihan 105 poin. Kemenangan ini membawa mereka mewakili Provinsi Lampung ke tingkat nasional di Jakarta, setelah menyisihkan SMAN 1 Gadingrejo dan SMAN 1 Tumijajar yang menduduki posisi kedua dan ketiga. 

Keberhasilan para siswa dalam menguasai materi kebangsaan ini menjadi bukti bahwa literasi kebangsaan masih menjadi prioritas utama di sekolah-sekolah unggulan. Dengan membiasakan diskusi mengenai konsensus nasional, sekolah secara otomatis menciptakan ekosistem yang menolak radikalisme dan mengedepankan dialog dalam setiap perbedaan.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap agar semangat sportivitas dan nasionalisme yang tumbuh dalam LCC ini terus terjaga hingga para siswa kembali ke lingkungan masing-masing. Strategi ini dianggap sebagai langkah maju menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi mendatang diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual namun juga teguh pada prinsip kebhinekaan. 

“Kami ingin mewujudkan generasi yang memahami fondasi kehidupan bernegara secara utuh agar mereka tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi radikal yang sering kali menyesatkan,” pungkas Thomas Amirico. Dengan penguatan karakter sejak dini, institusi pendidikan di Lampung optimistis mampu mencetak kader-kader bangsa yang cinta damai dan setia pada kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.