Kiper Timnas Futsal Selandia Baru Tewas Ditembak Teroris di Masjid An Noor

Christchurch – Kiper timnas futsal Selandia Baru, Atta Elayyan, menjadi salah satu korban penembakan brutal oleh teroris di Masjid An Noor, Christchurch, Jumat (15/3). Atta Elayyan dinyatakan tewas di tempat akibat luka tembak yang dideritanya.

Kabar ini dinyatakan Federasi Sepak Bola Selandia Baru (NZF) dan dilansir stuff.nz, Minggu (17/3). Mereka menyatakan, Elayyan, turut menjadi korban tewas akibat teror penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Ellayan ketika itu sedang beribadah shalat Jumat di Masjid An Noor saat peristiwa penembakan terjadi. Kiper berusia 33 tahun itu tidak menyadari hari Jumat yang tenang itu berubah petaka ketika teroris Brenton Tarrant dengan membabi buta memuntahkan peluru dari senapan semi otomatis kepada jamaah yang ada.

Elayyan adalah sosok inspiratif di timnas futsal Selandia Baru. Ia tercatat sudah 19 kali memperkuat tim berjuluk Futsal Whites.

Baca juga : Al-Qaeda dan ISIS Ancam Balas Aksi Penembakan di Selandia Baru

“Mewakili semua orang yang ada di Federasi Sepak Bola Selandia Baru, pikiran dan doa kami tujukan kepada siapa saja yang terkena kekerasan keji ini,” ujar Andrew Pragnell, Ketua NZF.

Duka mendalam juga dirasakan rekan-rekan setim kiper timnas futsal Selandia Baru. Mereka beramai-ramai memberikan penghormatan terakhir di dekat masjid Al Noor, Deans Avenue, Minggu (17/3) waktu setempat.

Menurut kesaksian rekan-rekannya, Elayyan yang berdarah Kuwait itu dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan senang berbagi dengan orang lain. “Dia seorang yang apa adanya, loyal, dan berkomitmen dalam segala aspek hidupnya,” ujar Ryan Batty, rekannya di timnas futsal Selandia Baru.

Elayyan juga pernah dinobatkan sebagai pemain futsal terbaik di Selandia Baru pada 2014.

“Dia dihormati oleh semua orang di komunitas futsal dan sulit memiliki figur yang selalu meluangkan waktu untuk sesamanya,” lanjutnya.

Penghormatan terakhir untuk Elayyan dilakukan dengan menabur bunga di lokasi kejadian. Beberapa rekan setimnya di timnas futsal bahkan tak kuasa menahan tangis.