Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah dan memicu gelombang radikalisme baru.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Yahya itu, serangan tersebut tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berisiko merusak tatanan internasional dan memicu konflik global yang lebih luas.
“Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional, bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme,” ujarnya di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Gus Yahya juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Ia mengajak umat Islam dan komunitas internasional mendoakan rakyat Iran agar diberi keteguhan dalam menghadapi situasi sulit.
Meski mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel, PBNU juga menyesalkan tindakan balasan Iran yang menyerang sejumlah negara. Menurutnya, aksi balasan tersebut hanya akan memperburuk keadaan dan memperpanjang penderitaan masyarakat sipil.
“Kita semua paham itu kemarahan dan menyasar lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat tentara Amerika. Namun apa pun, serangan itu justru akan memperburuk situasi,” katanya.
PBNU menilai setiap bentuk eskalasi kekerasan hanya akan menjauhkan solusi damai. Karena itu, organisasi ini menyerukan konsolidasi masyarakat internasional untuk mengembalikan konsensus tatanan global dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pilar utama.
Gus Yahya juga mendorong Pemerintah Indonesia agar mengambil peran lebih aktif dalam mendorong deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang bermartabat, sejalan dengan amanat konstitusi. Ia berharap Indonesia memanfaatkan posisinya di berbagai forum internasional untuk mendesak seluruh pihak—AS, Israel, Iran, dan aktor terkait—menahan diri dan menempuh jalur diplomasi.
“Saya berharap semua pihak menahan diri dan mengedepankan jalan damai demi keselamatan umat manusia,” tegasnya.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!