“Kenduri Desa Damai” di Kaltara Ingatkan Kerawanan Penyebaran
Radikalisme via Medsos

Tarakan – Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) melalui Forum
Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Utara menggelar
kegiatan “Kenduri Desa Damai” di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara),
Rabu (5/6/2024).

Pada kegiatan itu, Direktur Pencegahan BNPT Prof. Dr.  Irfan Idris
mengingatkan agar semua pihak waspadai penyebaran radikalisme melalui
media sosial yang kini cenderung kian marak, termasuk di Kaltara.
Pernyataan itu dibacakan Ketua FKPT Kaltara, Datu Iskandar Zulkarnaen.

Dalam pernyataan itu disebutkan, saat ini dunia komunikasi semakin
canggih, terutama dengan keberadaan media sosial. Maka ada
kecenderungan penyebaran paham radikal dan terorisme kian marak,
misalnya berdasarkan survei FKPT Kaltara dan BNPT tahun 2017
Kalimantan Utara menjadi urutan ke lima daerah di Indonesia yang
berpotensi aksi radikalisme yang salah-satunya penyebarannya melalui
media sosial.

“Terorisme jelas menjadi ancaman bagi peradaban modern sehingga
semakin jelas bahwa teror bukan merupakan bentuk kejahatan kekerasan
destruktif biasa, melainkan kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan
umat manusia tanpa memandang suku, ras, agama dan negara, ” katanya.

“Kini, penyebaran paham radikal di media sosial sangat marak
digenjarkan oleh kelompak radikal terorisme, mulai kalangan gen Z
hingga gen X semua berpotensi terpapar, ” katanya.

“Dengan mencermati kondisi itu, maka seluruh lapisan masyarakat
merupakan sasaran empuk terpapar radikal terorisme, ” ujarnya.

Ia mengingatkan kelompok ini mengincar kelengahan masyarakat dan
pemerintah untuk mempengaruhi para tokoh muda begitupan organisasi
maupun lembaga pemerintah dan menjadikan media sosial sebagai sarana
perekrutannya.

Ia menjelaskan bahwa terorisme merupakan tindak kejahatan besar di
dunia. Kejahatan ini tidak disertai dengan pemahaman agama, karena
semua agama mengajarkan kedamaian. Jika dilihat dari dampak terorisme,
yaitu merusak stabilitas ekonomi, politik, pertahanan di negara. Teror
merupakan bentuk kejahatan yang serius.

“Penyebaran paham radikal sangat marak. BNPT mengajak para bapak ibu
untuk lebih memahami peran bapak ibu, agar kita bisa terbebas dari
paham radikalisme. Harapannya kita bisa menjaga kedamaian di
tengah-tengah masyarakat, ” katanya.

Acara melibatkan sekitar 100 peserta dari berbagai unsur di Tarakan
untuk petugas kecamatan, kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, PKK, RT
dan unsur RW.