Pengamat intelejen, Wawan Purwanto

Kecerdasan Benteng Diri Agar Tak Tergerus Hoax

Jakarta – Pengamat intelejen, Wawan Purwanto mengatakan masyarakat harus menggunakan kelebihanya berupa kecerdasan dalam menelaah informasi di media sosial. Pasalnya, fenomena hoax telah melanda di media sosial untuk sejumlah kepentingan.

“Hoax ini harus disikapi dengan jernih, bahwa kita harus cerdas, tidak menelan mentah begitu saja. Pada dasarnya hoax memang buat mainan di media sosial, apalagi mereka punya kepentingan untuk menggiring opini,” ujar Wawan usai diskusi publik di Media Center DPR, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Ia mengilustrasikan penyebaran informasi yang kerap diupload di media sosial yang konten kebenaran hingga menjadi viral. Ia pun memandang jika informasi tersebut benar tidak masalah, namun jika tidak benar akan menimbulkan masalah baru. Dampak negatif tersebut menjadi perhatian dan perlu waspada untuk kemajuan bangsa ke depan.

“Kalau satu bohong kan mungkin mereka tidak percaya, tapi kalau 100 orang bohong bareng kan dipikir itu sebuah kebenaran,” terang Wawan.

“Tapi kalau kita cerdas dan cermat pasti akan dilakukan cek ricek dan kroscek. Kebenaran itu relatif dalam hal seprti itu, kalau ada orang bilang A1, tapi belum tentu A1, karena mereka sesungguhnya yang menyebarkan hoax,” sambungnya.

Kecerdasan setiap individu, menurutnya, penting sebagai benteng dan filter dalam menerima atau pun berbagi informasi.

“Bagi saya kecerdasan dalam pola pikir dan emosional diperlukan tatkala kita membaca sosmed,” jelas Wawan
Attachments area