SANGGAU — Karnaval Kartini Sanggau, media edukasi toleransi pelajar sejak dini, sukses digelar sebagai wujud nyata penanaman nilai kebinekaan di tengah masyarakat. Kegiatan penuh warna ini menjadi sarana menanamkan rasa saling menghargai yang melibatkan para pelajar tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kepala Sekolah TK Kristen Antiokhia Sanggau, Linda Yohana Kurnia, yang turut mendampingi murid-muridnya, menekankan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi krusial dalam membentuk generasi penerus yang unggul.
“Pesan kami kepada anak-anak, agar mereka menjadi generasi emas yang unggul dalam saling menghargai dan menghormati satu sama lain,” ujar Linda mengutip laporan RRI.co.id.
Karnaval edukatif yang diselenggarakan di lingkungan Kantor Bupati Sanggau pada Selasa (21/4/2026) ini menampilkan pemandangan yang harmonis ketika anak-anak dengan antusias mengenakan berbagai ragam busana adat Nusantara hingga pakaian profesi.
Linda menambahkan, bahwa nilai toleransi mutlak ditanamkan pada usia emas anak-anak agar kelak mereka terbiasa dan mampu hidup berdampingan secara damai dalam keberagaman. Momentum peringatan Hari Kartini dinilai sebagai ruang yang sangat tepat untuk memperkuat nilai persatuan melalui kegiatan yang menyenangkan.
“Hari Kartini ini juga menjadi simbol keberagaman, baik bagi anak-anak maupun masyarakat Indonesia yang beraneka suku dan bahasa,” tambahnya.
Selain merawat toleransi antarsuku dan agama, acara yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Sanggau, ini membawa pesan penting tentang kesetaraan. Linda menyoroti bahwa peran orang tua di rumah sama pentingnya dalam mengajarkan anak-anak tentang nilai inklusivitas sejak usia belia.
“Orangtua perlu mengajarkan sejak dini tentang kesetaraan dan bagaimana kita bisa maju bersama tanpa membeda-bedakan gender,” pungkas Linda.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!