Indonesian Vice President Jusuf Kalla, chairman of the Golkar Party, speaks during an interview in his resident house in Makassar, South Sulawesi, March 21, 2009. Kalla said his ruling Golkar Party could form an alliance with the main opposition party, but the presidential ambitions of party leader were a potential obstacle. Picture taken March 21, 2009. REUTERS/Supri (INDONESIA POLITICS)

JK: Indonesia Aman dari Konflik Agama

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan sebagian besar konflik di Indonesia tidak berkaitan dengan agama. Konflik di Poso dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terjadi karena ketidakadilan, bukan terkait masalah agama

“(Publik) sering beranggapan konflik terjadi karena agama. Aceh kaya sumber daya alam, minyak, dan gas, tapi Aceh tidak terbangun dengan baik maka merasa tidak adil sehingga berontak. Kenapa timbul agama di belakang itu, karena apabila diikutkan agama orang gampang terlibat,” ujar JK dalam pengarahan kepada peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri‎, di Istana Wakil Presiden, Senin (31/8/2015).

‎Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga menuturkan, untuk konflik yang terjadi di luar negeri, seperti di Filipina dan Thailand, akibat adanya faktor agama. Pasalnya jika bukan karena konflik agama, penyelesaiannya tidak akan membutuhkan waktu yang lama.

“Kenapa di Filipina dan Thailand juga panjang (konfliknya), itu selalu ada unsur agama di belakangnya. Jadi artinya apa, perlu ada harmonisasi kehidupan beragama,” terang JK.

Selain itu, kata dia, konflik agama dapat mengakibatkan dua kelompok terbelah karena mereka berjuang mengatasnamakan agama seperti membunuh ataupun dibunuh akan mendapat jaminan surga. Dengan demikian, mereka berani untuk berjuang mati-matian jika terjadi konflik yang berkaitan dengan agama.

“Di Al Qaeda dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) itu ribut, seluruh dunia ikut. Karena itu ada konflik agama kalau dimasukkan ke agama semua langsung terbelah dua,” pungkasnya.

Sumber : Okezone.com