TANJUNGPINANG — Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan semata-mata tentang ketepatan langkah, kedisiplinan barisan, atau kemampuan mengibarkan Sang Merah Putih. Lebih dari itu, para calon Paskibraka diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus membawa semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah saat memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada 56 calon Paskibraka dalam kegiatan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka di Royal Meeting Room Alltrue Hotel, Selasa (11/8/2026).
Di hadapan para peserta, Lis menekankan bahwa Paskibraka merupakan representasi generasi muda yang membawa nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Karena itu, menurut dia, wawasan kebangsaan tidak boleh hanya dipahami sebagai materi selama masa pendidikan dan pelatihan. Nilai tersebut harus menjadi bagian dari karakter dan sikap para calon Paskibraka dalam kehidupan mereka.
“Maka cintai tanah air dan banggalah kepada bangsa Indonesia. Wawasan kebangsaan harus benar-benar kalian pahami dan tanamkan dalam jiwa. Semangat kebangsaan yang kalian bawa harus sepanjang hayat,” ujar Lis.
Ia mengatakan, 56 calon Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 merupakan putra-putri pilihan yang telah melewati berbagai tahapan seleksi.
Selain kemampuan fisik dan kedisiplinan, para peserta dinilai memiliki potensi untuk menjadi pribadi yang mampu menjadi teladan, memiliki jiwa kepemimpinan, serta menjunjung tinggi integritas.
Lis meminta seluruh peserta memanfaatkan masa pendidikan dan pelatihan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, kondisi fisik dan mental harus sama-sama dijaga agar mereka mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Pemerintah Kota Tanjungpinang, kata Lis, berkomitmen mendukung proses pembinaan tersebut, termasuk melalui penyediaan asupan makanan bergizi, pelatih yang kompeten, serta pembinaan karakter.
Ia juga mengingatkan para calon Paskibraka bahwa tugas mengibarkan bendera hanya berlangsung dalam momentum tertentu. Namun, makna Merah Putih seharusnya tercermin dalam perilaku mereka setiap hari.
“Selamat, kalian adalah yang terbaik dari yang terbaik. Ingat, mengibarkan Sang Saka Merah Putih itu dapat dilatih, yang sulit adalah mengibarkan semangat Merah Putih dalam diri kita setiap hari,” katanya.
Lis kemudian berpesan agar para calon Paskibraka terus menjaga disiplin, persatuan, serta nama baik sekolah, keluarga, dan Kota Tanjungpinang.
“Tunjukkan bahwa generasi muda Tanjungpinang cerdas, berkarakter, dan cinta NKRI,” ujarnya.
Pembekalan wawasan kebangsaan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para calon Paskibraka untuk menjalankan tugas pada peringatan kemerdekaan sekaligus membentuk karakter mereka sebagai generasi muda yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!