Istiqlal Rumah Bersama Umat Beragama, Ramadan 1447 Perkuat Semangat Inklusif

Jakarta – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Masjid Istiqlal bukan hanya pusat ibadah umat Islam, tetapi juga simbol keterbukaan dan persaudaraan lintas iman di Indonesia. Komitmen tersebut, kata dia, akan semakin ditegaskan selama Ramadan 1447 Hijriah.

Menurut Nasaruddin, reputasi Istiqlal sebagai masjid yang menjunjung tinggi nilai toleransi telah mendapat pengakuan internasional. Model pengelolaan masjid terbesar di Asia Tenggara itu bahkan dipresentasikan di forum global dan dijadikan rujukan pembangunan rumah ibadah di sejumlah kawasan dunia.

“Karena model pengelolaannya, Istiqlal diundang ke Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York dan dipercaya menjadi model pembangunan masjid di Amerika Latin dan Afrika,” ujarnya di kompleks Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Salah satu ikon kerukunan di kawasan tersebut adalah Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Lorong bawah tanah itu menjadi simbol nyata dialog antariman dan kerap dikunjungi tamu negara, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

“Di dalam terowongan, terdengar perpaduan suara azan dan lonceng gereja. Itu melambangkan harmoni antarumat beragama,” kata Imam Besar Istiqlal tersebut.

Ia juga menyinggung tradisi kurban di Istiqlal yang sering melibatkan partisipasi warga non-Muslim. Hewan kurban yang disumbangkan, menurutnya, menjadi bukti nyata solidaritas sosial yang melampaui sekat agama.

Memasuki Ramadan 1447 H, pengelola Istiqlal telah menyiapkan berbagai kegiatan keagamaan. Sebelum salat tarawih, jemaah akan disuguhi lantunan qari internasional yang diputar secara bergiliran. Sementara itu, sesi kuliah tujuh menit (kultum) akan menghadirkan penceramah dari beragam latar belakang—mulai dari ulama, akademisi, hingga tokoh publik dan dai populer.

Nasaruddin berharap Ramadan tahun ini tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah, tetapi juga penguatan nilai kebersamaan dan inklusivitas yang telah menjadi identitas Istiqlal.