ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Penembakan Massal di Konser Musik di Moskow

Jakarta – Kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)
mengaku bertanggung jawab atas penembakan di gedung konser Moskow,
Rusia pada Jumat malam yang menyebabkan kurang lebih 133 orang tewas
dan lebih dari 100 orang terluka. Jatuhnya korban jiwa terjadi setelah
para penyerang menyerbu tempat tersebut dengan senjata otomatis dan
alat pembakar.

Kelompok teror tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan itu
dalam sebuah pernyataan singkat yang diterbitkan oleh kantor berita
yang berafiliasi dengan ISIS, Amaq, di Telegram pada Sabtu 23 Maret
2024. Namun, kelompok tersebut tidak memberikan bukti untuk mendukung
klaim tersebut.

Rekaman video dari lokasi penyerangan, tempat konser Balai Kota
Crocus, menunjukkan kompleks luas, yang merupakan lokasi gedung musik
dan pusat perbelanjaan, terbakar dengan asap mengepul ke udara. RIA
Novosti melaporkan orang-orang bersenjata “melepaskan tembakan dengan
senjata otomatis” dan “melemparkan granat atau bom pembakar, yang
memicu kebakaran.”

Media pemerintah Russia 24 melaporkan sebagian atap venue telah
runtuh. Serangan itu terjadi sebelum grup musik Picnic dijadwalkan
untuk tampil, menurut Russia 24. Manajer band tersebut mengatakan
kepada media pemerintah bahwa para pemainnya tidak terluka.

merupakan serangan teror terbesar di Rusia Tengah dalam hal jumlah
korban sejak pemboman bandara Domodedovo pada Januari 2011 yang
menewaskan 37 orang dan melukai 172 lainnya.

Awal bulan ini, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Rusia mengatakan
pihaknya memantau laporan bahwa kelompok ekstremis mempunyai rencana
untuk menargetkan pertemuan besar di Moskow, termasuk konser. Kedutaan
memperingatkan warga AS untuk menghindari pertemuan besar.

Dalam pidatonya pada Selasa di hadapan badan keamanan federal Rusia,
Putin menyebut peringatan kedutaan AS tentang potensi serangan teror
di Moskow “provokatif,” dan mengatakan “tindakan ini menyerupai
pemerasan dan niat untuk mengintimidasi dan mengacaukan masyarakat
kita.”