sumber. guardian.com

ISIS Kalah Telak di Kota Baaj, Persembunyian Gembong Teroris Terbongkar

Baaj – Kelompok teroris internasional ISIS mengalami kekalahan telak dari pasukan milisi Syiah dukungan tentara Irak di kota Baaj. Kota yang telah lama menjadi tujuan pelarian dan persembunyian kelompok ISIS ini berhasil direbut dalam sebuah serangan tanpa perlawanan dari milisi ISIS yang sebagian besar telah kabur saat tahu hendak diserang milisi Syiah.

Kota Baaj yang terletak di sebelah barat daya Irak, berdekatan dengan perbatasan Irak dengan Suriah, sempat disebut oleh beberapa sumber digunakan sebagai tempat persembunyian oleh pimpinan tertinggi ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, yang memilih melarikan diri saat anak buahnya berperang hingga mati. Meski begitu, hingga kini belum ada keterangan perihal persembunyian pria yang menjadi dalang di balik semua kekejaman kelompok ISIS tersebut.
Sebelumnya, seperti dikutip dari The Guardian, Senin (05/06/17), sebuah sumber menyebut melihat Abu Bakar al-Baghdadi di kota Baaj. Sumber itu mengatakan Abu Bakar al-Baghdadi tampak kurus dan lemas, ia berjalan dengan iringan keamanan super minimal, tidak seperti biasanya di mana ia selalu membawa pengawal keamanan yang sangat lengkap.

Meski demikian, keberhasilan perebutan kota Baaj dinilai sangat penting dalam upaya menggebuk kelompok teroris ISIS. Terlebih, kota Baaj dianggap menjadi salah satu kota kunci untuk kelompok ISIS. Sebuah kelompok mobilisasi terkenal di Irak – sebuah organisasi yang memayungi milisi pro-pemerintah yang didominasi oleh milisi Syiah dukungan militer Irak— telah mengumumkan “pembebasan total” untuk kota Baaj, “Bendera Irak telah dikibarkan di atas gedung-gedung di kota Baaj.”

Sepanjang hari minggu kemarin, milisi Syiah mengibarkan bendera-bendera Irak di kawasan Baaj untuk menandai kemenangan yang baru saja mereka peroleh dengan mudah. Kawasan Baaj telah berada di bawah kekuasaan ISIS sejak pertengahan 2014 lalu. Berita tentang keberhasilan pembebasan kota Baaj juga telah ramai tersebar di sosial media. Pembebasan ini dianggap pula sebagai salah satu kemenangan paling penting kelompok anti ISIS, setaraf dengan keberhasilan pembebasan kota Falluja, Titkrit dan sebagian besar wilayah Mosul.