ISLAMABAD – Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah yang berbasis di wilayah Khorasan, Pakistan (ISIS-K), dilaporkan tengah mengintensifkan perekrutan militan Uyghur di wilayah perbatasan China dan Pakistan. Langkah ISIS-K ini dilakukan dengan menawarkan insentif ekonomi dan menyebarkan propaganda agresif berbahasa Uyghur guna menarik simpati anggota Gerakan Islam Turkistan Timur (PIT) untuk menyerang aset-aset strategis Beijing di wilayah tersebut.
Dilansir dari Okezone (26/02), aktivitas ini memicu ketegangan diplomatik antara China dan Pakistan, mengingat ancaman terhadap keberlangsungan proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) yang bernilai miliaran dolar. Pemerintah China secara resmi telah mendesak otoritas Pakistan untuk memperketat protokol keamanan bagi warga negara dan infrastruktur mereka, mengingat ISIS-K secara terbuka menyebut Pakistan sebagai pihak “murtad” atau keluar dari Islam, karena menjalin aliansi erat dengan Beijing.
Eskalasi propaganda ini telah berlangsung sejak tahun lalu pasca Juru Bicara ISIS, Abu Hudhayfah Al-Ansari, menyerukan konsolidasi kekuatan untuk bersatu dan melakukan jihad sebagai solusi bagi rakyat Uyghur yang menderita di tangan China.Sentimen anti-China ini terus diperkuat melalui narasi digital. Berdasarkan laporan Nepal Aaja pada 12 Juli 2025, media pro-ISIS secara konsisten merilis poster yang menuduh Partai Komunis China (PKC) telah melakukan penindasan kejam terhadap rakyat Uyghur sejak tahun 1949. Aliansi antara ISIS-K dan militan lokal ini menciptakan tantangan keamanan multidimensional yang memaksa Islamabad dan Beijing untuk mengevaluasi kembali strategi pertahanan kolektif mereka di kawasan perbatasan.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!