IPARI Riau Perkuat Moderasi Beragama Lewat Kemah Kerukunan dan Ekoteologi

Pekanbaru – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau menegaskan komitmennya dalam memperkuat moderasi beragama melalui pelaksanaan Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Lintas Agama. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan IPARI terhadap program strategis Kementerian Agama Republik Indonesia.

Ketua IPARI Provinsi Riau Masrizal, SAg, MH menyampaikan bahwa penyuluh agama memiliki peran penting sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam menanamkan nilai moderasi beragama, memperkuat kerukunan umat, serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup.

“Penyuluh agama tidak hanya berperan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga dalam menumbuhkan kesadaran sosial dan kepedulian lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Masrizal.

Menurutnya, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi menjadi momentum awal untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan kesiapan panitia dalam menyukseskan agenda strategis yang direncanakan digelar di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang konsolidasi lintas agama guna memperkuat harmoni dan kerja sama antarumat beragama di Provinsi Riau.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris IPARI Provinsi Riau membacakan Surat Keputusan Panitia sebagai dasar pembagian tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan. Pembentukan panitia ini menjadi langkah penting untuk memastikan kegiatan berjalan terstruktur dan kolaboratif.

Sementara itu, IPARI Kota Pekanbaru menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Kemah Kerukunan dan Ekoteologi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wujud nyata pengabdian penyuluh agama dalam memperkuat persatuan umat, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat Riau.

Selain mempererat kerukunan antarumat beragama, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup berbasis nilai-nilai keagamaan atau ekoteologi, sejalan dengan semangat moderasi beragama yang berorientasi pada keberlanjutan.