Ingin Selalu Dekat Dengan BNPT, Mantan Deputi I BNPT Ajak ‘Saingan’ Di Dunia Maya

Bogor – Terhitung sejak hari ini, rabu 6 Januari 2016, Mayjen TNI Agus Surya Bakti sudah tidak lagi menjabat sebagai Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, meski begitu ia mengaku akan tetap memantau kedeputian yang telah ia pimpin sejak 18 Januari 2011 itu. Di tengah derasnya hujan sore ini, Panglima Kodam VII/Wirabuana menyatakan bahwa turunnya hujan di tengah acara serah terima jabatan deputi I ini merupakan pertanda baik, “Hujan adalah rejeki, tanda dari kesuburan dan kenikmatan. Demikian pula deputi I yang baru, beliau adalah rejeki yang akan membawa kesuburan dan kenikmatan untuk kita semua,” ucapnya yang kemudian disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh staf kedeputian I.

Dalam pidato perpisahannya itu, jenderal bintang dua itu berkali-kali menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekurangan yang mungkin ia lakukan selama menjabat sebagai deputi 1. “Selama ini saya memang cerewet, tetapi itu semua demi tanggung jawab pekerjaan,” jelasnya. Ia pun menyampaikan terimakasih sebanyak-banyakknya kepada seluruh staf atas loyalitas dan profesionalitas yang ditunjukkan selama ini, “Di sini (kedeputian I), kita semua adalah keluarga besar,” lanjutnya.

Ia pun menyampaikan harapannya agar kedepan kedeputian I yang membidani aspek pencegahan, perlindungan dan deradikalisasi dapat semakin berkembang dan menjadi lebih baik. “Pencegahan telah menjadi program utama BNPT, karenanya kedeputian I harus mampu melakukan tugasnya dengan baik.” Ia pun mengingatkan pentingnya peran Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) bentukannya yang kini telah bercokol di 32 provinsi se Indonesia, karenanya ia berpesan agar peran dan fungsi FKPT sebagai mitra strategis BNPT di daerah terus dikembangkan.

Bapak dua orang anak itu mengaku bersyukur karena selama menjabat sebagai deputi I BNPT ia telah menghasilkan empat buku penting yang kesemuanya berisi pengalaman dan gagasan-gagasan unggul dalam pencegahan terorisme. Empat buku tersebut antara lain; Darurat Terorisme: Kebijakan Pencegahan (2014), Perlindungan, dan Deradikalisasi, Merintis Jalan Mencegah Terorisme (2014), Deradikalisasi Nusantara: Melawan Radikalisme dan Terorisme (2016), dan Deradikalisasi Dunia Maya (2016).

Di akhir pidatonya, “Bapak Deradikalisasi” mengaku akan tetap mengawasi kinerja dan capaian-capaian kedeputian I, “Kalau perlu, kita harus Go Internasional!” tegasnya. Ia juga ingin membawa pengalamannya memerangi radikalisme dan terorisme di dunia maya yang ia lakukan selama di BNPT ke tempat kerjanya yang baru di Kodam VII/Wirabuana, “Saya akan membuat website perdamaian juga di sana, kalau perlu kita saingan,” ungkapnya.

Kontra narasi terhadap radikalisme dan terorisme di dunia maya bukan hal baru bagi suami Bella Saphira itu, ia adalah sosok utama dibalik lahirnya program “Tahun Damai di Dunia Maya” pada 2015 lalu, dimana mulai tahun lalu BNPT melakukan kontra-narasi besar-besaran terhadap radikalisme dan terorisme melalui tiga website utamanya, yakni: www.jalandamai.org, www.damailahindonesiaku.com, dan www.damai.id.