Indonesia–Uni Eropa Perluas Kerja Sama Tangkal Radikalisme Siber

Jakarta – Pemerintah Indonesia memperkuat langkah pencegahan terorisme dengan menggandeng Uni Eropa, terutama dalam menghadapi ancaman di ruang digital yang terus berkembang.

Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Eddy Hartono, menegaskan bahwa pendekatan preventif menjadi prioritas utama. Salah satu fokusnya adalah memastikan platform digital tidak menjadi sarana penyebaran ideologi kekerasan.

“Langkah terbaru pemerintah adalah membuka komunikasi dengan pengelola platform gim Roblox agar mematuhi regulasi yang berlaku,” ujar Eddy, Selasa (5/5/2026).

Regulasi yang dimaksud adalah PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital telah memanggil pihak Roblox untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan tersebut.

BNPT terlibat dalam proses ini sebagai bagian dari upaya pencegahan dini, khususnya terkait potensi penyebaran paham radikal melalui gim daring yang memiliki pengguna luas, termasuk anak-anak.

Di sisi lain, Duta Besar RI untuk Uni Eropa, Andy Rachmianto, menegaskan bahwa isu terorisme siber juga menjadi perhatian utama di kawasan Eropa.

“Penanggulangan terorisme, khususnya di ruang siber, menjadi salah satu fokus utama Uni Eropa,” ujarnya.

Saat ini, Indonesia dan Uni Eropa tengah memfinalisasi peningkatan status hubungan menuju kemitraan komprehensif. Dalam kerangka ini, kerja sama akan diperluas, mulai dari pertukaran informasi hingga peningkatan kapasitas dalam menghadapi ancaman digital.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa penanggulangan terorisme tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi kebijakan nasional dan kerja sama internasional menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dari konten berbahaya di ruang digital.