JAKARTA – Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Tahta Suci sekaligus Utusan Khusus untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Paul Bekkers, menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengambil peran yang lebih besar dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kebebasan beragama di tingkat regional maupun global.
Menurut Bekkers, status Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia menjadi modal penting untuk menunjukkan bahwa keberagaman agama dapat hidup berdampingan dalam semangat saling menghormati.
“Indonesia adalah negara Muslim terbesar. Indonesia dapat berperan lebih aktif dalam mengampanyekan nilai-nilai toleransi dan kebebasan beragama, baik di tingkat regional maupun global,” ujar Bekkers di Jakarta, Rabu (9/7/2026).
Ia mengatakan pengaruh Indonesia tidak hanya ditentukan oleh jumlah penduduknya, tetapi juga oleh posisi strategis di kawasan Asia Tenggara, kekuatan ekonomi, serta pengalaman dalam mengelola kehidupan masyarakat yang majemuk.
Karena itu, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menjadi rujukan sekaligus mitra dalam berbagai inisiatif internasional yang berkaitan dengan dialog antaragama dan penguatan kebebasan beragama.
Meski demikian, Bekkers menegaskan bahwa tidak ada negara yang sepenuhnya bebas dari tantangan dalam menjaga kebebasan beragama dan berkeyakinan. Menurutnya, setiap negara menghadapi dinamika sosial dan budaya yang berbeda sehingga dialog harus terus dikembangkan sebagai sarana mencari solusi bersama.
“Tidak ada negara yang sempurna. Oleh karenanya harus terus dilakukan dialog dalam upaya memperkuat dan menjamin kebebasan beragama dan toleransi,” katanya.
Bekkers menjelaskan kunjungannya ke Indonesia pada 4–11 Juli 2026 bertujuan untuk mempelajari secara langsung praktik-praktik yang diterapkan Indonesia dalam mengelola keberagaman agama dan keyakinan.
Selama berada di Indonesia, ia mengunjungi sejumlah rumah ibadah yang menjadi simbol kehidupan lintas agama, antara lain Masjid Istiqlal, Gereja Katedral Jakarta, dan Vihara Amurva Bhumi.
Rangkaian kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan ke Ambon untuk mengikuti dialog yang membahas isu kebebasan beragama dan berkeyakinan bersama berbagai pemangku kepentingan.
Pernyataan Bekkers mempertegas pengakuan internasional terhadap peran Indonesia dalam membangun kehidupan masyarakat yang majemuk. Di tengah meningkatnya tantangan intoleransi di berbagai belahan dunia, pengalaman Indonesia dalam merawat kerukunan antarumat beragama dinilai dapat menjadi kontribusi penting bagi penguatan dialog, perdamaian, dan kebebasan beragama di tingkat global.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!