Jakarta – Tingkat kerukunan masyarakat Indonesia saat ini berada pada level tertinggi sejak bangsa ini merdeka. Klaim itu didasarkan pada hasil survei terbaru yang menunjukkan indeks kerukunan nasional mencapai 87 persen.
“Alhamdulillah, kita berhasil naik ke peringkat paling tinggi, 87 persen. Artinya, kita mencapai puncak kerukunan tertinggi sejak Republik Indonesia merdeka,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menghadiri perayaan HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (9/5).
Menurut Nasaruddin, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa kehidupan toleransi dan keberagaman di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif.
Ia juga menyinggung hasil survei lain yang menempatkan Jakarta sebagai salah satu ibu kota paling damai di Asia Tenggara.
“Dalam survei terakhir, Jakarta menjadi ibu kota kedua paling damai di Asia Tenggara. Ini menunjukkan wajah toleransi Indonesia semakin diakui,” katanya.
Bagi Nasaruddin, salah satu simbol nyata dari kuatnya kerukunan itu terlihat jelas di kawasan pusat ibu kota, tepatnya melalui keberadaan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta.
“Ini bukti nyata bahwa kita berdiri di atas Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Istiqlal dan Katedral. Ini simbol yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia menilai simbol tersebut bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi pesan kuat bahwa rumah ibadah harus menjadi ruang bersama yang menghadirkan nilai kemanusiaan.
“Katedral dan Istiqlal adalah rumah kemanusiaan. Idealnya, semua rumah ibadah juga menjadi rumah kemanusiaan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin turut menyampaikan selamat atas usia ke-219 Keuskupan Agung Jakarta dan berharap Gereja Katedral terus menjadi simbol peradaban, persaudaraan, dan kebangsaan.
Perayaan HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta sendiri berlangsung sederhana namun penuh makna. Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, serta tokoh lintas agama yang mengikuti jalan santai dan doa bersama sebagai simbol persatuan di tengah keberagaman.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!