Indonesia–Australia Perkuat Poros Keamanan Kawasan Lewat Pertemuan Menteri

Jakarta – Australia dan Indonesia kembali menegaskan posisi mereka sebagai pilar stabilitas keamanan Indo-Pasifik melalui Pertemuan Dewan Menteri Australia–Indonesia (MCM) ke-11 tentang Hukum dan Keamanan yang akan digelar di Jakarta, Rabu (28/1/2026). Pertemuan ini dipimpin bersama oleh Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke, yang melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 27–29 Januari.

Forum tingkat tinggi tersebut mempertemukan para menteri dan pejabat senior kedua negara untuk membahas isu-isu keamanan strategis, mulai dari pemberantasan terorisme dan ekstremisme kekerasan, keamanan siber, keamanan maritim sipil, hingga penyelundupan manusia dan migrasi tidak teratur.

Tinjauan keamanan domestik dan regional menjadi agenda kunci pertemuan, khususnya menyusul insiden terorisme yang terjadi di kawasan Pantai Bondi, Australia, yang kembali menyoroti urgensi kolaborasi internasional dalam menangkal ancaman ekstremisme lintas batas.

Selain itu, kedua negara juga akan mendalami kerja sama perlindungan infrastruktur kritis, penanganan kejahatan transnasional, serta penguatan kapasitas keamanan digital dan maritim yang kian relevan di tengah dinamika geopolitik kawasan.

Selama berada di Indonesia, Burke dijadwalkan bertemu dengan sejumlah mitra strategis lintas sektor untuk memperluas koordinasi kebijakan keamanan dan penegakan hukum. Pemerintah Australia menilai pertemuan ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat Kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif antara Canberra dan Jakarta.

Burke menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra utama Australia di kawasan. “Tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia selain Indonesia. Saya berharap kunjungan ini dapat memperdalam kemitraan kita,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hubungan bilateral kedua negara bukan sekadar karena kedekatan geografis, melainkan karena pilihan strategis bersama. “Australia dan Indonesia adalah teman dan mitra karena pilihan kita, dan kita membawa kerja sama ini ke tingkat yang baru demi keamanan nasional dan stabilitas kawasan,” katanya.