Hendak Pasang Bom, Dua Terduga Anggota ISIS Tewas Ditembak Pasukan Suriah

DAMASKUS – Ancaman kelompok Islamic State atau ISIS masih membayangi keamanan Suriah. Dua pria yang diduga merupakan anggota ISIS tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan setelah dicurigai tengah menyiapkan bahan peledak di kawasan Sayyida Zaynab, sebelah selatan Damaskus.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026) ketika patroli keamanan menemukan dua pria bertopeng berada di pinggir jalan. Keduanya disebut tengah mengamati jalur menuju barak militer dan sejumlah fasilitas pemerintahan.

Komando Pasukan Keamanan Internal Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan petugas kemudian berusaha menghentikan kedua pria tersebut untuk memeriksa identitas mereka.

Namun, situasi berubah menjadi baku tembak setelah kedua pria itu disebut melepaskan tembakan ke arah petugas.

“Bentrokan berakhir dengan penetralan kedua pelaku,” demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Suriah yang dikutip Anadolu Agency, Sabtu (8/8/2026).

Setelah baku tembak berakhir, aparat melakukan pemeriksaan terhadap lokasi. Dari tempat tersebut, petugas menemukan kedua terduga pelaku diduga sedang memasang alat peledak.

Bahan peledak dan sejumlah senjata juga ditemukan serta diamankan dari lokasi kejadian. Aparat menduga perangkat tersebut dipersiapkan untuk menyerang salah satu institusi pemerintah.

Penyelidikan awal otoritas Suriah kemudian mengidentifikasi kedua pria tersebut sebagai anggota ISIS. Informasi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa kelompok yang pernah menguasai wilayah luas di Suriah dan Irak itu masih memiliki kemampuan untuk melakukan aktivitas bawah tanah.

Ancaman ISIS masih menjadi persoalan meski tekanan terhadap kelompok tersebut terus dilakukan melalui operasi keamanan di Suriah. Pada November 2025, Suriah bergabung dengan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat untuk memerangi ISIS.

Koalisi internasional tersebut dibentuk pada 2014 dan telah menjalankan berbagai operasi militer terhadap ISIS di wilayah Suriah dan Irak.

Insiden di Sayyida Zaynab menunjukkan bahwa meski kemampuan ISIS telah banyak ditekan, aktivitas anggota dan jaringan pendukungnya masih menjadi perhatian aparat keamanan Suriah, khususnya di sekitar ibu kota dan kawasan strategis.