Beranda / Berita / Gunakan Perisai Manusia, ISIS Menolak Menyerah Meski Digempur Habis SDF di Baghouz

Gunakan Perisai Manusia, ISIS Menolak Menyerah Meski Digempur Habis SDF di Baghouz

Baghouz – Perisai manusia, warga sipil dan sandera adalah faktor yang menunda penghancuran tak terelakkan dari kelompok militan Islamic State (ISIS) yang disebut sebagai kekhalifahan.

Berpegang senjata, dikepung dan menolak untuk menyerah. Semua yang tersisa di Baghouz adalah anggota ISIS pantang menyerah yang tampaknya bertekad untuk mati.

Mereka telah diumumkan sebagai pembela terakhir ISIS. Sisa-sisa dari apa yang dulunya disebut ‘kekhalifahan’ membentang di antara wilayah Irak dan Suriah telah susut menjadi sebidang tanah di sepanjang sungai Efrat.

Di atas Baghouz, pesawat jet-jet koalisi berkeliaran di langit malam. Putaran mortir dan derai tembakan senapan mesin terdengar konstan.

Baca juga : Malaysia Izinkan Warganya yang Gabung ISIS Untuk Pulang

Dikutip dari laman Sky News, Senin (11/3), Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengatakan mereka sudah memberi gerilyawan ISIS cukup waktu untuk menyerah dan mengungsi. Sekarang SDF akan memaksakan kekalahan ISIS.

Tetapi dengan semua daya tembak ini, kemajuan masih berjalan lambat. Pertempuran bisa berakhir dalam hitungan jam. Namun, setelah enam pekan kontak senjata berlangsung sengit, baku tembak terus berlanjut.

ISIS menggunakan perisai manusia dan beberapa ribu warga sipil masih diyakini berada di dalam Baghouz — bersama sandera yang ditahan oleh kelompok teroris tersebut.

Sebenarnya, sisa-sisa ISIS memiliki sedikit perlawanan. Aksi operasinya telah dibom dan kelaparan selama beberapa pekan serta terpojok di zona pembunuhan di mana mereka tidak punya tempat untuk lari.

Lahan gurun di Suriah Timur itu menjadi tempat sekte ISIS melarikan diri setelah basis Raqqa dan Mosul jatuh. Jalan-jalan penuh dengan bangunan yang hancur — semuanya telah musnah.

Gerilyawan ISIS sekarang bersembunyi di bawah tanah dalam terowongan. Di siang hari, ketika pertempuran berhenti, sebuah kota darurat yang menampung pelbagai keluarga tampak di kejauhan.

Loyalis kelompok ekstremis bergerak mengitari kawasan di atas sepeda motor. Tapi berapa lama lagi yang tersisa dari negara gadungan ISIS dapat bertahan hidup bukan lagi pertanyaan — waktu yang disebut kekhalifahan kini berakhir.

Dan itu tercermin dalam suasana di garis depan. Pasukan Demokratik Suriah memegang kendali total — mereka tahu kekalahan musuh mereka sudah dekat. Perjuangan untuk Baghouz sudah dimenangkan dalam segala hal kecuali istilahnya.

Tentang BEM

Baca Juga

Kerusuhan di Penjara Tajikistan Tewaskan 24 Militan ISIS

Dushanbe – Kerusuhan terjadi di sebuah penjara di Tajikistan. Akibat kerusuhan ini 32 orang tewas, …