Gubernur Yulius Selvanus: Keberagaman Adalah Tenun Kebinekaan Sulawesi Utara

MANADO — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus menegaskan bahwa keberagaman merupakan tenunan kebhinnekaan yang menguatkan rasa toleransi sekaligus melahirkan kebanggaan sebagai satu keluarga besar. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam peringatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Utara di Manado, Rabu, 23 September 2026. 

Melansir pemberitaan Antara News, Yulius menyebut kerukunan masyarakat Sulut yang terus terjaga kokoh hingga hari ini adalah buah dari pengamalan semangat gotong royong atau Mapalus. Kondisi wilayah yang tetap rukun, aman, dan damai tersebut dinilainya sebagai anugerah Tuhan sekaligus bukti konkret betapa kuatnya karakter kehidupan bermasyarakat di provinsi tersebut.

“Mari kita jaga perisai kebudayaan ini dengan taruhan kehormatan kita, agar Sulut tetap menjadi tanah yang ramah, aman, damai, dan diberkati,” ujar Gubernur Sulut Yulius Selvanus seperti yang dikutip dari Antaranews (23/09).

Yulius menekankan bahwa falsafah pemersatu Torang Samua Basudara (kita semua bersaudara) dan warisan luhur Pahlawan Nasional Dr. Sam Ratulangi Sitou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya) bukanlah sekadar slogan semata. Falsafah tersebut telah meresap ke dalam denyut nadi kehidupan warga dan menjadi kompas moral sehari-hari.

Nilai-nilai luhur itulah yang selama ini menjadi benteng tak tertembus dari benih perpecahan, di mana perbedaan suku, ras, agama, dan antargolongan tidak dipandang sebagai pemisah. Hal ini mengukuhkan posisi Sulawesi Utara sebagai laboratorium kerukunan antarumat beragama dan antaretnis yang diakui serta dihormati di Indonesia.