Jayapura – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, meminta seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk berperan aktif menjaga kebersamaan dan suasana kondusif selama bulan suci Ramadan.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jayapura, Kamis, Apolo menegaskan bahwa aparatur sipil negara harus berada di garis depan dalam merawat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Saya meminta aparatur sipil negara berada di garis depan dalam merawat persatuan dan memastikan suasana kondusif selama bulan puasa,” ujarnya.
Menurut dia, peran aparatur sipil negara tidak sebatas menjalankan fungsi administratif dan pelayanan publik, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun harmoni sosial. Hal tersebut dinilai penting mengingat Papua Selatan memiliki keberagaman suku, agama, dan latar belakang budaya.
Ia menekankan bahwa aparatur pemerintah harus mampu menunjukkan sikap saling menghormati serta mendukung masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
“Kami berharap aparatur sipil negara dapat memastikan seluruh warga melaksanakan kewajiban agama masing-masing di bulan suci ini dengan aman dan nyaman,” katanya.
Apolo menjelaskan bahwa bulan Ramadan bukan hanya momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seluruh umat beragama untuk memperbaiki hubungan, baik secara personal maupun sosial.
“Bulan suci ini menjadi waktu untuk memulihkan hubungan dalam diri masing-masing, memperbaiki relasi dengan sesama, dan memuliakan hubungan dengan Tuhan,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan semangat berbagi, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Menurutnya, nilai kepedulian sosial menjadi bagian penting dari kehidupan beragama.
“Memberikan sedekah dan menyisihkan sebagian dari apa yang dimiliki untuk membantu sesama yang kurang mampu merupakan wujud nyata dari pengamalan nilai keagamaan,” kata Apolo.
Ia menambahkan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menjamin setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai agamanya tanpa gangguan. Oleh karena itu, sinergi antara aparatur sipil negara dan masyarakat diperlukan agar suasana damai dan toleran tetap terjaga sepanjang Ramadan.
Dengan imbauan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap bulan suci Ramadan dapat berlangsung dalam suasana aman, harmonis, dan penuh rasa saling menghormati di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!