Pontianak — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak anggota Dharma Wanita Persatuan untuk memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan premanisme, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat yang dirangkaikan dengan halal bihalal DWP Provinsi Kalimantan Barat 2026 di Aula Garuda Gedung Terpadu Kantor Gubernur, Pontianak, Selasa. Kegiatan tersebut mengangkat tema peningkatan kapasitas Dharma Wanita Persatuan melalui sinergi pencegahan radikalisme dan premanisme dalam keluarga.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menekankan bahwa perempuan, khususnya para ibu, memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter anak sejak dini. Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan gawai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah anak terpapar konten negatif di media sosial.
Ia menilai perkembangan teknologi digital membawa dua sisi yang berbeda. Di satu sisi membuka akses informasi secara luas, namun di sisi lain juga mempermudah penyebaran paham intoleransi dan radikalisme. Tanpa pendampingan keluarga, anak-anak dinilai rentan menerima informasi yang tidak sesuai dengan nilai kebangsaan.
Ria Norsan juga menyinggung data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 21.199 konten media sosial yang mengandung intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Ia menilai angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman di ruang digital semakin nyata dan perlu diantisipasi bersama.
Menurutnya, keluarga menjadi lini pertama dalam upaya pencegahan. Peran ibu dinilai penting dalam mengawasi aktivitas digital anak sekaligus menanamkan nilai moral dan keagamaan. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak boleh kalah oleh perkembangan teknologi.
Ria Norsan menegaskan bahwa tujuan utama pengasuhan adalah membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Anak-anak diharapkan tumbuh dengan nilai religius, menghormati orang tua, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Selain itu, ia mengajak anggota Dharma Wanita Persatuan untuk memperkuat peran keluarga sebagai pondasi harmoni sosial. Menurutnya, keluarga yang harmonis dan religius akan menjadi benteng kuat dalam menjaga persatuan masyarakat di tengah keberagaman.
Dalam kesempatan tersebut, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial anggota DWP Provinsi Kalimantan Barat. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan seminar yang membahas penguatan kerukunan umat beragama serta strategi pencegahan penyebaran paham radikalisme di lingkungan keluarga.
Ria Norsan berharap sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat memperkuat ketahanan sosial dari tingkat keluarga. Ia menilai upaya pencegahan radikalisme akan lebih efektif jika dimulai dari rumah melalui pendidikan karakter, pengawasan digital, dan penguatan nilai toleransi.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!