Beranda / Berita / GP Ansor dukung pemerintah Perangi Gerakan Radikalisme

GP Ansor dukung pemerintah Perangi Gerakan Radikalisme

Jakarta – Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas memastikan mendukung pemerintah melawan gerakan radikalisme. Terlebih, kelompok-kelompok yang akan mendirikan negara di luar NKRI.

“Sejak dulu kita mendukung pemerintah yang sah. Saat ini kami berkosolidasi membantu negara, presiden dalam hal ini, untuk melawan kelompok radikalisme,” kata Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas didampingi pimpinan pusat dan wilayah se-Indonesia usai diterima Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka Jakarta, seperti dikutip Antaranews.com, Jumat (11/1).

Kedatangan pimpinan GP Ansor ke Istana, Yaqut mengungkapkan, untuk memberikan informasi terkait masih banyak kelompok-kelompok radikalisme di beberapa daerah. Seperti, Jawa Barat dan Riau.

Beberapa daerah yang berbatasan dengan negara lain, menurut dia, juga masih rawan munculnya kelompok radikalisme. Apalagi, ideologi tersebut berasal dari luar Indonesia seperti Malaysia dan Filipina.

Terkait hal itu, dia mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk melawan gerakan-gerakan yang ingin mendirikan negara di luar NKRI. “NKRI harus tegak beriri secara utuh,” ujar Yaqut.

Baca juga : Terlibat Terorisme, Jerman Ekstradisi Warga Suriah Ke Belanda

Putra K.H Muhammad Cholil Bisri ini juga menyadari masyarakat Indonesia adalah beragam, suku, agama, ras. Kendati begitu, tidak boleh ada pihak-pihak yang ingin memperjuangakan kemauannya sendiri.

“Tentunya kita menjaga keragaman itu adalah sunatullah hal yang tidak bisa ditolak. Keberagaman itu suatu keniscayaan, tidak boleh ada orang memperjuangkan kemauannya sendiri. Tidak boleh memperjuangak negara lain selain NKRI,” katanya.

Tentang HP HP

Baca Juga

Meski ISIS Kalah Polri Tetap Tancap Gas Buru Kelompok Teroris Terafiliasi ISIS

Meski ISIS Kalah, Polri Tetap Tancap Gas Buru Kelompok Teroris Terafiliasi ISIS

Jakarta – Meski kelompok teroris Islamic State (ISIS) sudah dikalahkan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Polri …