Beranda / Berita / Geser ke Afghanistan, ISIS ‘Ngemis-Ngemis’ Dukungan

Geser ke Afghanistan, ISIS ‘Ngemis-Ngemis’ Dukungan

Kabul – Kelompok radikal ISIS memang telah hancur di kampungya, Irak dan Suriah. Kini mereka mencoba membangun kekuatan baru dengan bergeser ke Afghanistan dan mengemis-ngemis agar simpatisannya bergabung ke Afghanistan bila tidak bisa pergi ke Suriah dan Irak.

Ajakan itu dirilis dalam video propaganda terbaru ISIS. Video propaganda berdurasi 25 menit tersebut dirilis oleh kelompok Islamic State-Khorasan (IS-K), 4 Maret 2018. Video dari kelompok ISIS di Afghanistan utara dan timur itu telah dianalisis SITE Intelligence Group, lembaga yang memantau aktivitas online kelompok-kelompok radikal.

”Jika Anda tidak berimigrasi ke Irak dan Sham (Suriah), datanglah ke Khorasan,” kata seorang militan ISIS dalam video tersebut.

Nama Khorasan mengacu pada wilayah bersejarah yang mencakup beberapa wilayah dari Afghanistan, Pakistan dan negara-negara tetangga terdekatnya.

Video tersebut muncul di tengah kekhawatiran bahwa para militan ISIS telah melarikan diri dari medan perang di Suriah dan Irak dan menemukan jalan ke Afghanistan. Kekuatan kelompok itu dilaporkan masih kecil di Afghanistan, namun berpotensi berbahaya.

Laporan AFP baru-baru ini melaporkan bahwa para militan asal Prancis dan Aljazair, serta yang berasal dari Suriah, bergabung dengan ISIS di Provinsi Jowzjan, Afghanistan utara.

Video ISIS yang dirilis dengan narasi Arab menunjukkan beberapa militan yang mengirimkan pesan dalam bahasa Pashto, bahasa Persia dan Uzbek.

Kelompok itu memulai menyampikan pesan dengan mengolok-olok sumpah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghancurkan ISIS di Afghanistan. Setelah itu, video menampilkan eksekusi tahanan dan pelatihan untuk tentara anak-anak.

“IS-K berusaha mengubah ‘rumor’ militan asing yang pindah ke Afghanistan dari Suriah menjadi kenyataan,” kata Borhan Osman, seorang analis senior International Crisis Group dikutip dari laman sindonews.com.

Emily Winterbotham, seorang peneliti senior di Royal United Services Institute untuk Studi Pertahanan dan Keamanan Inggris, mengatakan bahwa IS-K masih perlu bekerja keras untuk melakukan perekrutan anggota di Afghanistan.

”(Kelompok) ini mencoba untuk menjaga agar IS-K tetap berjalan dan merek IS-K, tapi kenyataannya Afghanistan masih jauh dari Suriah dan Irak, itu bukan perjalanan yang mudah,” tegasnya.

Tentang MN

Baca Juga

Paus Fransiskus Samakan Tukang Gosip Dengan Teroris

Vatikan – Pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus dengan tegas menyebut gosip sebagai bentuk tindakan terorisme yang …