PADANG – Arus globalisasi, pesatnya perkembangan teknologi, hingga maraknya penyebaran hoaks dinilai menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila. Pesan itu menjadi benang merah dalam Sosialisasi Pancasila bertema Mengamalkan Pancasila untuk Indonesia Maju dan Berkarakter yang digelar di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (6/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama antara Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, hingga ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Hadir dalam kegiatan itu Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP RI Dr. Adhianti, S.I.P., M.Si., Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nasir, M.Pd., Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Nanda Satria, S.IP., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam sambutannya, M. Shadiq Pasadigoe menegaskan bahwa Pancasila tidak cukup dipahami sebagai dasar negara atau sekadar dihafalkan, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari luar, tetapi juga muncul melalui ruang digital yang dipenuhi informasi menyesatkan, sikap intoleran, hingga mulai memudarnya budaya gotong royong.
“Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi, penyebaran hoaks, intoleransi, hingga lunturnya semangat gotong royong, Pancasila harus menjadi kompas moral bangsa. Nilai-nilainya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari agar Indonesia tetap kokoh, bersatu, dan maju,” ujar Shadiq.
Anggota Komisi XIII DPR RI itu menilai penguatan ideologi Pancasila merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, seluruh elemen bangsa didorong untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, mengedepankan musyawarah, serta mewujudkan keadilan sosial.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada Generasi Z dan Generasi Alpha yang dinilai akan menjadi penentu arah bangsa di masa depan. Menurutnya, kelompok usia muda harus mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila, baik di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, masyarakat, maupun di ruang digital.
Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI, Shadiq menyatakan komitmennya untuk terus memperluas sinergi dengan BPIP dalam menghadirkan program pembinaan ideologi Pancasila hingga menjangkau lebih banyak daerah.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP RI, Dr. Adhianti, menegaskan bahwa penguatan ideologi Pancasila merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam kebijakan publik, dunia pendidikan, kehidupan bermasyarakat, hingga perilaku sehari-hari agar mampu memperkuat karakter bangsa sekaligus menjaga persatuan nasional.
“Pancasila tidak boleh berhenti sebagai dokumen atau slogan. Nilai-nilainya harus hadir dalam kebijakan, pendidikan, kehidupan bermasyarakat, hingga perilaku sehari-hari agar mampu memperkuat karakter bangsa dan menjaga persatuan Indonesia,” katanya.
Adhianti juga mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara DPR RI, BPIP, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperluas gerakan pembumian Pancasila di Sumatera Barat.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!