FKUB Cianjur Ajak Masyarakat Tingkatkan Deteksi Dini Terorisme di
Lingkungan Masing-Masing

Cianjur – Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,
mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan deteksi dini pergerakan
sel-sel terorisme di lingkungan masing-masing. Ini penting karena
ketika terjadi konflik di Timur Tengah seperti perang Israel dan Hamas
saat ini, kemungkinan akan membangkitkan sel-sel terorisme di
Indonesia seperti yang diungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Prabowo.

Ketua FKUB Kabupaten Cianjur KH Khoirul Anam di Cianjur, Senin
(6/11/2023), mengatakan pernyataan Kapolri harus diwaspadai seluruh
kalangan, terutama di Cianjur, karena beberapa orang pelaku terorisme
sempat diamankan dari sejumlah kecamatan di Cianjur.

“Kewaspadaan terkait kebangkitan sel terorisme, bukan pengalihan isu
menjelang momen politik, tetapi memang harus ditingkatkan, sehingga
Indonesia tetap kondusif, aman, tentram dan damai,” katanya.

Selama ini FKUB menjalin komunikasi dengan tokoh dari masing-masing
agama untuk ikut serta mencegah kebangkitan sel teroris dengan adanya
konflik Israel-Palestina dengan cara memberikan pembinaan dan
pendekatan secara keagamaan agar warga tidak termakan faham
menyimpang.

Pihaknya juga meminta pengurus dan anggota FKUB Cianjur menggencarkan
sosialisasi dampak dan bahaya radikalisme bagi semua kalangan,
termasuk anak muda dengan mendatangi sekolah, pondok pesantren dan
lingkungan yang rawan terpapar faham menyimpang.

“Kami mendukung penuh pernyataan Kapolri terkait sel tidur terorisme
yang harus diwaspadai, karena berbagai cara akan mereka lakukan untuk
memperkeruh suasana dengan memanfaatkan konflik Israel-Palestina,”
katanya.

Meski di Cianjur belum ditemukan adanya sel tidur terorisme, berbagai
upaya antisipasi dilakukan, termasuk memberikan pemahaman pada saat
menggelar khotbah Jumat dan di sejumlah pengajian yang digelar rutin
setiap pekan dan setiap bulan.

“Kami bersama berbagai kalangan di Cianjur akan terus melakukan
langkah antisipasi, termasuk meminta warga melapor jika mendapati
kegiatan yang mencurigakan terkait pelaku radikalisme di lingkungan
tempat tinggal masing-masing,” kata Anam.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sekitar
57 orang ditangkap terkait terorisme beberapa waktu terakhir, polisi
harus mengantisipasi teror agar agenda pemilu dan pembangunan dapat
berjalan lancar, termasuk mewaspadai munculnya sel tidur teroris di
sejumlah wilayah