Palu – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan dukungan terhadap program Kementerian Sosial (Kemensos) dalam pemberdayaan mitra deradikalisasi di wilayah Sulawesi Tengah. Dukungan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya memperkuat reintegrasi sosial dan meningkatkan kesejahteraan para mitra setelah kembali ke masyarakat.
Ketua FKPT Sulteng Sofyan Bachmid mengatakan langkah Kemensos bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung proses deradikalisasi yang berkelanjutan. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi menjadi faktor penting agar para mitra dapat hidup mandiri.
“Langkah Kemensos dan UIN Datokarama merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam memberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sofyan di Palu, Rabu.
Ia menjelaskan, FKPT Sulteng akan turut mengambil peran melalui pembinaan dan pendampingan terhadap mitra deradikalisasi, khususnya di Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Kota Palu. Pendampingan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki FKPT serta sinergi dengan berbagai pihak terkait.
Sofyan yang juga menjabat Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Datokarama menekankan bahwa keberhasilan deradikalisasi tidak hanya diukur dari ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi juga kemampuan mitra untuk mandiri secara ekonomi dan diterima kembali di lingkungan sosialnya.
“Kami tidak ingin mereka merasa terisolasi setelah kembali ke NKRI. Sinergi dengan UIN Datokarama dan Kemensos adalah kunci untuk membuka peluang, baik dari sisi edukasi maupun akses bantuan modal usaha,” ujarnya.
Program pemberdayaan tersebut merupakan kerja sama antara Kemensos RI dan UIN Datokarama Palu yang difokuskan pada pembinaan mitra deradikalisasi di Sulawesi Tengah. Pada tahap awal, sebanyak 80 mitra deradikalisasi telah mengikuti kegiatan harmonisasi sosial yang digelar di Kota Palu.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kesiapan sosial dan ekonomi para mitra sebelum mendapatkan program lanjutan berupa pelatihan, pendampingan usaha, hingga akses bantuan sosial. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat integrasi sosial serta mencegah munculnya kembali paham radikal.
Kerja sama tersebut diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Rektor UIN Datokarama Prof. Lukman Thahir. Penandatanganan dilakukan pada acara Wisuda ke-46 UIN Datokarama di Kota Palu, Senin (20/4/2026).
Dalam dokumen MoU tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang meliputi rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial, serta pemberdayaan sosial. Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan model kebijakan dan strategi program kesejahteraan sosial melalui pendidikan, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat.
MoU tersebut juga mengatur pertukaran dan pemanfaatan data serta informasi terkait kebutuhan program, dukungan kegiatan pemberdayaan, serta koordinasi pelaksanaan tugas masing-masing pihak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
FKPT Sulteng menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendekatan deradikalisasi berbasis kesejahteraan. Dengan dukungan pendidikan, pelatihan, dan bantuan ekonomi, para mitra diharapkan mampu berperan aktif dalam masyarakat serta berkontribusi terhadap stabilitas sosial di wilayah Sulawesi Tengah.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!