Batang — Upaya memperkuat toleransi antarumat beragama terus dilakukan di Kabupaten Batang. Anggota DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang melibatkan umat Kristen dan Muslim di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Kegiatan yang berlangsung di Mushola Nurul Alam tersebut diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga lintas iman. Sosialisasi ini bertujuan memperkokoh persatuan dan nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.
Saat dikonfirmasi, Minggu (14/12/2025), Yoyok Riyo Sudibyo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, keempat pilar tersebut menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, terutama di wilayah yang memiliki keberagaman agama dan keyakinan.
“Masyarakat kita ini beragam kepercayaan dan keyakinannya. Kegiatan ini menjadi upaya untuk semakin menguatkan toleransi antarumat beragama,” ujar Yoyok.
Anggota Komisi VII DPR RI itu juga mengapresiasi kondisi kerukunan yang telah terbangun di Kecamatan Bawang. Ia berharap semangat toleransi dan persaudaraan lintas iman dapat terus dijaga dan diperkuat melalui pengamalan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh agama Kristen Pendeta Suryanto Mulyoadi menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar mampu memperkuat kerukunan antarumat beragama karena mengajarkan toleransi, saling menghormati, serta kebersamaan dalam perbedaan.
“Bagus, kegiatan ini dapat semakin mengukuhkan jiwa kebangsaan masyarakat dan mempererat kerukunan antarumat beragama di Kecamatan Bawang,” katanya.
Sementara itu, perwakilan umat Islam, Nur Rohman, menyampaikan bahwa toleransi beragama di Kecamatan Bawang telah terjalin sejak lama. Ia menuturkan bahwa masyarakat terbiasa hidup berdampingan meskipun berbeda keyakinan, saling menghargai, dan aktif berkegiatan bersama dalam kehidupan sosial.
“Di sini umat Muslim dan Kristen hidup berdampingan sejak lama. Tempat ibadah juga berdekatan, masyarakat sering berkegiatan bersama. Dengan adanya sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, semakin memupuk jiwa nasionalisme kita,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan semangat persatuan, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama di Kecamatan Bawang semakin kokoh, sekaligus menjadi contoh harmoni sosial bagi daerah lain di Indonesia.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!