Tasikmalaya — Suasana menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Selasa (10/3/2026), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan mantan narapidana terorisme (napiter) bersama sejumlah anggota jaringan kelompok di wilayah Priangan Timur terlihat berdiri di tepi jalan membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan.
Sebanyak 33 eks napiter mengikuti kegiatan berbagi tersebut. Aksi sosial ini merupakan bagian dari program reintegrasi sosial yang difasilitasi oleh Satgas Wilayah Jawa Barat dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri atau Densus 88.
Sejak sore hari, para peserta sudah bersiap di sekitar lokasi kegiatan. Mereka menyiapkan ratusan paket takjil yang berisi makanan ringan, roti, serta minuman untuk berbuka puasa. Ketika arus lalu lintas mulai ramai menjelang magrib, para eks napiter turun langsung membagikan takjil kepada pengendara motor, pengemudi mobil, pedagang, hingga warga yang melintas.
Ratusan paket takjil yang disiapkan pun habis dalam waktu singkat. Antrean warga yang datang untuk menerima takjil terlihat cukup panjang, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan di kawasan tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi berbagi di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi simbol upaya para eks napiter untuk kembali diterima di tengah masyarakat. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan sosial, mereka ingin menunjukkan komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih positif.
Di sisi lain, respons masyarakat yang cukup antusias dinilai menjadi tanda bahwa stigma negatif terhadap para eks napiter perlahan mulai memudar. Interaksi langsung antara warga dan para peserta kegiatan berlangsung cair tanpa sekat.
Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Para eks napiter, personel kepolisian, serta keluarga mereka duduk bersama menikmati hidangan berbuka dalam suasana sederhana namun penuh keakraban.
Momentum Ramadan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan sosial antara para eks napiter dengan masyarakat luas. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, diharapkan proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih baik sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!