Eks Napiter Abu Fida Komitmen Wujudkan Pemilu 2024 Damai & Berintegritas

Jakarta – Mantan narapidana (napi) kasus teroris Abu Fida atau
Muhammad Syaifuddin Umar mengingatkan pemerintah agar mewaspadai
ancaman pelaku terorisme menjelang Pemilu 2024.

“Saya mengimbau kepada segenap masyarakat, khususnya kepada eks
napiter yang ada di Jawa Timur untuk menjaga kebersamaan dan
meniadakan politik identitas agar pemilihan umum yang sebentar lagi
akan dilaksanakan berjalan dengan damai dan sejahtera,” kata Abu Fida
dalam keterangan, Minggu (5/11).

Beberapa waktu lalu, Densus 88 Antiteror mengamankan sekitar 40 orang
terduga pelaku terorisme yang merupakan anggota Jemaah Ansharut Daulah
(JAD) karena diduga ingin menggagalkan pelaksanaan Pemilu 2024.

Sebab bagi jaringan tersebut, demokrasi merupakan suatu kegiatan yang
melanggar hukum.

Menyikapi hal tersebut, Abu Fida pun mengutuk keras aksi yang
dilakukan oleh kelompok radikal yang mengharamkan adanya demokrasi.

Menurutnya, kelompok atau jaringan seperti itu merupakan ancaman
serius bagi keutuhan dan kedaulatan NKRI.

“Menyikapi adanya ancaman dari teman-teman yang masih berpikiran keras
dan kelompok-kelompok yang masih intoleransi merupakan sebuah kriteria
pada intinya mengharamkan demokrasi dan tidak akan ikut pemilihan
umum. Bagi mereka demokrasi harus diperangi. Jadi ini merupakan
ancaman serius jelang Pemilu,” ungkap tokoh JI yang saat ini sudah
kembali kepelukan NKRI dan mendirikan Yayasan Belajar Bersama
Tafaqquhfiddin di Surabaya yang berkonsentrasi pada integrasi eks
napiter.

Sebagai mantan napiter, Abu Fida mengajak kepada seluruh eks napiter
dan para kelompok-kelompok yang masih berjalan di jalur yang keras
untuk terus mengintrospeksi diri dan kembali ke pelukan NKRI.