Disdik Jatim Tegaskan Komitmen Jadikan Satuan Pendidikan Ruang Aman, Harmonis, dan Bebas Kekerasan

Disdik Jatim Tegaskan Komitmen Jadikan Satuan Pendidikan Ruang Aman, Harmonis, dan Bebas Kekerasan

Surabaya — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya menjadikan satuan pendidikan sebagai ruang yang aman, harmonis, dan bebas dari kekerasan maupun pengaruh paham ekstrem. Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Dinas Pendidikan Jatim, Dr. Suhartono, M.Pd., saat mewakili Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Jawa Timur dalam Dialog Kebangsaan Bersama Satuan Pendidikan.

Dalam sambutannya, Suhartono berharap dialog kebangsaan yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu dapat membawa kedamaian bagi dunia pendidikan, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga secara nasional.

“Atas nama Dinas Pendidikan Jawa Timur, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNPT atas terselenggaranya dialog kebangsaan ini. Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat stabilitas dan ketahanan satuan pendidikan,” ujar Suhartono.

Ia menilai, dialog kebangsaan memiliki peran strategis dalam memperkuat pemahaman wawasan kebangsaan, toleransi, dan nilai patriotisme di kalangan pelajar. Karena itu, Dinas Pendidikan Jatim menghadirkan kepala sekolah, guru bimbingan konseling, guru PPKn, serta guru agama agar nilai-nilai tersebut dapat terintegrasi dalam proses pembelajaran.

“Harapannya, materi yang diperoleh dalam dialog ini tidak berhenti di forum, tetapi diimplementasikan dalam pembelajaran dan disampaikan kembali kepada rekan-rekan guru melalui musyawarah guru mata pelajaran,” katanya.

Suhartono juga menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Jatim telah melakukan berbagai langkah konkret untuk mencegah kekerasan di lingkungan sekolah. Saat ini, seluruh satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SMP di Jawa Timur telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan (TPPK).

Keberadaan tim tersebut bertujuan menciptakan iklim belajar yang aman dan nyaman, sekaligus mencegah perundungan, kekerasan, hingga potensi kejahatan yang dapat mengarah pada radikalisme dan terorisme.

Ia menekankan peran sentral kepala sekolah sebagai pemimpin manajerial dalam menjaga kesatuan dan kekompakan di lingkungan satuan pendidikan. Menurutnya, kualitas pengelolaan sekolah sangat menentukan baik tidaknya proses pendidikan.

“Kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di lembaganya, agar tidak muncul perbedaan yang berujung pada konflik atau kekerasan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suhartono menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menjaga stabilitas daerah melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk aparat keamanan dan unsur terkait lainnya. Sinergi tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan dan pendampingan bagi peserta didik yang masih berada dalam fase pencarian jati diri.

Melalui dialog kebangsaan ini, Dinas Pendidikan Jatim berharap dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat, cinta tanah air, dan mampu hidup berdampingan secara damai. “Dengan proses pendidikan yang harmonis, kami optimistis Jawa Timur dapat berkontribusi melahirkan generasi emas 2045,” pungkasnya.