Beranda / Berita / Kegiatan / Bersama Generasi Muda / Direktur Pencegahan BNPT, Berbicara Intoleransi Dan Radikalisme Di Kampung Nelayan Mataram

Direktur Pencegahan BNPT, Berbicara Intoleransi Dan Radikalisme Di Kampung Nelayan Mataram

Mataram – Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen. Ir. Hamli mengajak kepada seluruh peserta maupun tamu undangan untuk mengheningkan cipta seraya berdo’a untuk para korban bom bunuh diri di Surabaya pagi ini.

Dihadapan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, S.sos,. MH, para tamu undangan beserta peserta Festival Damai dikampung nelayan Bangsal, Lombok Barat, Ir. Hamli mengatakan bahwa radikalisme tidak datang tiba – tiba tetapi radikalisme bermula dari intoleransi, baik yang berkedok agama maupun apapun namanya.

Hamli, menjelaskan bahwa intoleransi menjadi pintu masuknya radikalisme, oleh karenanya kegiatan Festival Damai yang digagas oleh Duta Damai Regional NTB menjadi penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat memahami dan dapat pula membentengi diri maupun keluarga dari sifat intoleransi agar tidak mudah terpapar paham radikal dan terorisme.

Kegiatan Festival Damai yang mengusung tema “Pesan Damai Dari Anak Negeri Tangkal Hoax Dan Radikalisme” digelar oleh Duta Damai Regional NTB, di Desa Bangsal, Pantai Tanjung Karang Lombok Barat, Minggu, (12/05/2018).

“Ketika intoleransi telah tumbuh di individu maupun kelompok, jika tidak berhenti sampai intoleransi maka akan naik menjadi radikalisme”

Lebih jauh Hamli, menyebutkan bahwa di era digitalisasi sekarang ini, media sosial telah menjelma menjadi sebuah kebutuhan, media sosial dapat menjadi baik maupun negatif. Menjadi negatif jika digunakan untuk keperluan menyebarkan kebencian, intoleransi terlebih Kelompok radikal telah melakukan propaganda bahkan rekrutmen melalui media sosial.

Kelompok radikal bukan hanya menyebarkan propaganda, namun juga melakukan baiat secara onlien, melakukan perkawinan, secara online bahkan petinggi kelompok radikal melakukan perintah untuk melakukan serangan teror seperti bom bunuh diri juga melalui media sosial.

“Media sosial menjadi baik jika yang disampaikan adalah sesuatu yang baik, namun jika yang disebarkan adalah kebencian maka akan menjadi malapetaka”. Ujar Hamli.

Hamli juga menegaskan bahwa menurut beberapa penelitian Pemuda adalah sasaran kelompok radikal untuk direkrut untuk dijadikan anggota, terlebih sekarang ini hampir semua menggunakan gadget yang terkoneksi dengan internet, maka kelompok radikal semakin leluasa menyebarkan virus radikal dan terorisme, oleh karena itulah dengan adanya Festival Damai dengan tajuk “Pesan Damai Dari Anak Negeri Tangkal Hoax Dan Radikalisme” menjadi sangat penting untuk menangkal tersebarnya paham radikal terorisme dimasyarakat terutama kalangan pemuda. Pungkasnya.

Tentang Budi Hartawan

budi hartawan seorang pemerhati sosial dan keagamaan, menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Jurusan Ilmu Perbandingan agama. aktif di beberapa organisasi antara lain CRSe dan Ansor NU.

Baca Juga

Redam Potensi Teror, Literasi Digital Digelar di Kalbar

Pontianak – Upaya penanggulangan terorisme terus digalakkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dibantu oleh …