Bogor – Puncak perayaan Cap Go Meh di Jalan Surya Kencana, Kota Bogor, berlangsung semarak, Selasa (3/3/2026). Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan pawai budaya, atraksi seni, hingga arak-arakan barongsai yang menjadi ikon perayaan.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, Cap Go Meh sudah digelar sebanyak 24 kali dalam format pawai budaya di Kota Bogor. Menurutnya, konsistensi pelaksanaan acara ini menjadi bukti komitmen warga dalam menjaga toleransi di tengah keberagaman.
“Ini bentuk komitmen masyarakat Bogor untuk menguatkan toleransi, keberagaman, dan mempererat silaturahmi antarumat beragama serta seluruh unsur masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, tradisi ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari identitas Kota Bogor sebagai kota yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati. Dedie berharap, Cap Go Meh terus dijaga sebagai wujud kecintaan warga terhadap kotanya.
Tak hanya mempererat kebersamaan, perayaan ini juga berdampak langsung pada perekonomian lokal. Sekitar 120 pelaku UMKM merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan masyarakat selama festival berlangsung.
“Event ini sangat baik, bukan hanya dari sisi budaya dan tradisi, tetapi juga dari sisi ekonomi,” katanya.
Perayaan Cap Go Meh tahun ini turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme warga tak surut sepanjang jalur pawai.
Bima Arya mengapresiasi penyelenggaraan Cap Go Meh yang tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Menurutnya, panitia mampu menyesuaikan konsep acara dengan elegan, termasuk menghadirkan bazar Ramadan serta mengatur waktu pawai setelah salat tarawih.
“Kalau bertahun-tahun Bogor istimewa karena kolaborasinya, tahun ini lebih istimewa lagi karena toleransinya terasa kuat,” kata Bima.
Ia menyebut, Cap Go Meh Bogor termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia, selain di Singkawang. Di tengah situasi global yang penuh konflik, ia menilai momen kebersamaan seperti ini menjadi sangat penting.
“Kita harus memperkuat kebersamaan. Kalau hanya berangkat dari perbedaan, tidak akan ada ujungnya. Kebersamaan inilah yang malam ini kita jahit bersama,” ujarnya.
Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor pun kembali menjadi panggung harmoni, di mana tradisi, ekonomi, dan toleransi berjalan beriringan dalam satu perayaan budaya.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!