Desa Siap Siaga BNPT di Cirebon Budidaya Lele Bioflok Dukung Program MBG

CIREBON – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggencarkan pencegahan radikalisme melalui pendekatan kesejahteraan dan sinergi lintas sektor lewat program Desa Siap Siaga di Kabupaten Cirebon. Program ini sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat di tingkat akar rumput.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan program tersebut merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam RPJMN 2025–2029. Menurutnya, Desa Siap Siaga menitikberatkan pada penguatan ketahanan keamanan dan ekonomi masyarakat untuk mencegah masuknya paham radikalisme.

Sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa, BNPT bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta sejumlah yayasan melalui dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Kabupaten Cirebon, delapan desa ditetapkan sebagai pilot project pelaksanaan program tersebut.

Salah satu bantuan yang disalurkan berupa 24 titik kolam budidaya bioflok untuk komoditas ikan lele. Hasil budidaya tersebut direncanakan menjadi pemasok kebutuhan protein bagi dapur MBG di wilayah Cirebon.

“Rencananya, setiap panen seminggu sekali kami akan menyuplai kurang lebih 500 kilogram ikan lele ke dapur MBG yang ada di Cirebon,” ujar Eddy saat ditemui di Kecamatan Jamblang, Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan, ke depan komoditas budidaya tidak hanya terbatas pada ikan lele, tetapi juga akan dikembangkan ke jenis lain seperti nila sesuai kondisi lapangan.

Menurut Eddy, pemilihan delapan desa di Kabupaten Cirebon dilakukan sebagai langkah membangun sistem peringatan dini di tingkat masyarakat. Desa-desa tersebut akan dibina agar memiliki kemampuan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham radikal.

Pendekatan yang dilakukan mencakup peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan daya tangkal terhadap pengaruh negatif, serta pembentukan lingkungan desa yang solid dan waspada terhadap ancaman terorisme. BNPT menilai ketahanan ekonomi menjadi faktor penting dalam mencegah radikalisme.

“Ini adalah salah satu strategi bagaimana kita membangun kewirausahaan melalui bioflok. Oleh karena itu, kami melakukan kolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon Sudihardjo menyatakan dukungan terhadap kolaborasi tersebut, khususnya di Desa Jamblang. Ia berharap program ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kami mendukung penuh pertumbuhan ekonomi di Desa Jamblang melalui kolaborasi dengan MBG. Harapannya, masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan di samping usaha utama mereka,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga akan memberikan pendampingan teknis, mengingat budidaya ikan lele memiliki tantangan seperti sifat kanibalisme. Pendampingan mencakup sosialisasi berkala dan proses sortir rutin agar hasil panen optimal.

Selain bantuan fisik, BNPT juga berencana menggandeng Koperasi Desa Merah Putih serta berkolaborasi dengan Kementerian Desa dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia untuk mendukung target pembangunan 50.000 titik budidaya ikan darat.

Melalui integrasi antara penguatan keamanan dan pemberdayaan ekonomi tersebut, desa-desa di Kabupaten Cirebon diharapkan memiliki ketahanan sosial yang kuat sekaligus mampu mandiri secara ekonomi.