Jakarta – Semangat toleransi dan kolaborasi lintas iman tampak nyata di Kota Bekasi. Ratusan anak muda turun langsung ke jalan membagikan 2.000 paket takjil gratis kepada masyarakat, Senin (16/3/2026), di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi.
Aksi sosial ini diinisiasi oleh Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) bersama sejumlah komunitas pemuda lintas agama, termasuk Komunitas Pemuda Kristen, SMG Movement, Gereja Bethel Indonesia Jemaat Kerinduanku, Tim Kabar Baik untuk Kota Bekasi, serta Pemuda PGPI.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB ini menyasar para pengguna jalan, pengemudi ojek online, pejalan kaki, hingga warga sekitar yang tengah bersiap berbuka puasa. Paket yang dibagikan pun beragam, mulai dari nasi kotak, nasi ayam, nasi kuning, roti, hingga aneka kudapan takjil.
Sekretaris Jenderal Gempar Indonesia, Petrus Sihombing, menyebut aksi ini bukan sekadar berbagi makanan, melainkan upaya membangun narasi persatuan yang dimulai dari generasi muda. Ia meyakini bahwa anak muda memiliki peran penting dalam merawat keberagaman sekaligus menentukan arah masa depan bangsa.
Menurutnya, langkah kecil seperti ini menjadi fondasi untuk mewujudkan cita-cita besar, termasuk menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai pembangunan nilai kebangsaan dapat dimulai dari tingkat kota, termasuk Bekasi sebagai ruang hidup bersama yang inklusif.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Haris Bobihoe, yang turut hadir dan menyapa langsung warga, memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam aksi sosial lintas iman menjadi energi positif, terlebih dilakukan dalam momentum Ramadan dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-29 Kota Bekasi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju deklarasi Bekasi sebagai Kota Toleran Nomor 1 yang direncanakan berlangsung pada 9 Mei 2026. Melalui aksi nyata di ruang publik, para inisiator ingin menunjukkan bahwa toleransi tidak berhenti pada wacana, tetapi hadir dalam tindakan sederhana yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Di tengah keberagaman yang ada, pembagian takjil ini menjadi simbol bahwa kebersamaan dapat tumbuh dari kepedulian, dan perbedaan justru menjadi kekuatan untuk membangun kota yang lebih harmonis.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!