Bukittinggi – Semangat memperkuat dakwah yang moderat dan relevan dengan tantangan zaman mengemuka dalam Musyawarah Besar (Mubes) VI Himpunan Da’i dan Muballigh Kota Bukittinggi yang digelar di Aula Balai Kota Bukittinggi.
Mengusung tema “Memperkuat Sinergi Dakwah yang Moderat, Profesional dan Berkelanjutan Menuju Bukittinggi Gemilang”, forum ini menjadi momentum penting bagi para da’i dan muballigh untuk memperkuat peran dakwah di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial.
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Ibnu Asis, Ketua DPRD, Kepala Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bukittinggi, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta ratusan da’i dan muballigh dari berbagai wilayah di Kota Bukittinggi.
Ketua panitia, Afrizal, menjelaskan Mubes kali ini merupakan amanat organisasi sesuai AD/ART menyusul berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya. Selain memilih pengurus baru, forum ini juga menjadi ruang evaluasi dan penyusunan arah program organisasi ke depan.
“Mubes bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum memperkuat kembali arah perjuangan organisasi,” ujarnya.
Penjabat Ketua HDM Kota Bukittinggi, Khairunnas, mengingatkan bahwa organisasi yang telah berdiri selama 26 tahun itu lahir dari semangat para ulama dan tokoh agama untuk menghadirkan wadah dakwah yang independen.
“HDM dibentuk agar para da’i dan muballigh memiliki ruang bersama untuk mengabdi kepada umat tanpa terikat kepentingan politik atau kelompok tertentu,” katanya.
Ketua MUI Kota Bukittinggi, Gazali, menilai usia organisasi yang panjang menunjukkan konsistensi HDM dalam menjaga fungsi dakwah dan pembinaan umat.
“Selama 26 tahun, HDM telah membuktikan diri sebagai bagian penting dalam penguatan kehidupan keagamaan masyarakat Bukittinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Irwan, menekankan pentingnya peran organisasi dakwah dalam menghadapi tantangan era digital.
“Dakwah hari ini tidak cukup hanya dilakukan di mimbar. Kita juga harus mampu membentengi umat dari pengaruh negatif ruang digital dan menanamkan nilai religius sejak dini,” tegasnya.
Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, mengajak seluruh anggota HDM untuk terus menjaga kekompakan dan meluruskan niat dalam berdakwah.
“Menjadi da’i adalah amanah mulia. Dengan sinergi yang kuat, HDM akan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Ibnu Asis menegaskan pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi pembangunan karakter masyarakat.
“Pembangunan fisik tidak akan sempurna tanpa pembangunan mental dan spiritual. Di sinilah peran da’i dan muballigh menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia juga berharap HDM dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program Surau Gemilang, sebuah gerakan untuk menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat ibadah, pendidikan akhlak, dan pembinaan generasi muda.
Melalui Mubes VI ini, diharapkan lahir kepengurusan baru yang mampu membawa HDM semakin adaptif menghadapi tantangan zaman, sekaligus tetap kokoh menjadi jembatan antara nilai-nilai agama dan kebutuhan sosial masyarakat modern.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!