CTED PBB Soroti Pemanfaatan AI dan Ekosistem Gim oleh Jaringan Teroris ISIS

Jakarta – Wakil Direktur Eksekutif Direktorat Eksekutif Komite Kontra-Terorisme (CTED), Carmen Cantor, memberikan peringatan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa jaringan teroris ISIS beserta kelompok afiliasinya tetap tangguh dan terus beradaptasi. Peringatan tersebut menyoroti pemanfaatan teknologi baru, mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga ekosistem gim daring, oleh kelompok ekstremis di tengah tekanan operasi kontraterorisme yang berkelanjutan.

Dilansir dari Metro TV News, Cantor menjelaskan bahwa lanskap ancaman saat ini telah berubah drastis akibat perkembangan teknologi.Kelompok teroris kini secara aktif mengeksploitasi media sosial, aplikasi pesan terenkripsi, ekosistem gim, dan perangkat berbasis AI tidak hanya untuk tujuan propaganda, melainkan juga untuk perekrutan, penggalangan dana, serta kelancaran operasi.

“Propaganda tidak lagi sekadar soal membentuk narasi. Propaganda telah menjadi sarana pendukung operasional yang membantu kelompok teroris merekrut pendukung, memobilisasi sumber daya, dan memperluas jangkauan mereka melintasi batas negara,” tegas Cantor, yang memegang jabatan penting di bawah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). 

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa benua Afrika saat ini menanggung dampak yang tidak proporsional dari aktivitas kelompok tersebut. Di sisi lain, perkembangan situasi di kawasan Irak dan Suriah juga menuntut kewaspadaan yang tinggi, terutama terkait kompleksitas penanganan mantan anggota afiliasi ISIS beserta keluarga mereka pascapenutupan kamp al-Hol.

Merujuk pada laporan Sekretaris Jenderal PBB, Cantor menegaskan bahwa ancaman yang ditimbulkan oleh ISIS terbukti belum mereda dan justru menyebar ke berbagai konteks baru. Ia menyimpulkan bahwa ancaman global ini hanya dapat ditangkal secara efektif melalui kerja sama internasional yang berkelanjutan dan pendekatan yang komprehensif.