Palembang – Di tengah kompleksitas tantangan global dan masifnya penetrasi informasi di ruang digital, penguatan ideologi bangsa bagi generasi muda menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditawar. Hal ini mengemuka dalam ajang kompetisi Cerdas Cermat Empat Pilar yang dipandang bukan sekadar kompetisi akademik semata, melainkan sebuah upaya strategis untuk merawat kohesi sosial.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini dan menyebutnya sebagai investasi jangka panjang yang sangat krusial demi menjaga keutuhan serta persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu (2/5).
“Saya sangat menyadari bahwa di tengah gempuran arus informasi digital yang tanpa batas, Generasi Z harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Ratu Dewa dalam kesempatan tersebut. Beliau menekankan bahwa nilai-nilai kebangsaan ini tidak boleh berhenti hanya pada hafalan demi memenangkan perlombaan. “Harapan saya yang paling besar adalah agar nilai-nilai tersebut diimplementasikan secara nyata dalam perilaku sehari-hari, terutama melalui sikap toleransi dan semangat gotong royong,” tuturnya.
Lebih jauh, pemahaman terhadap Empat Pilar dipandang sebagai tameng utama bagi para remaja dalam menghadapi infiltrasi ideologi radikal yang kerap menyasar kelompok usia sekolah. Ratu Dewa menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memahami jati diri bangsanya secara utuh.
“Cerdas cermat ini adalah salah satu cara efektif yang kita tempuh agar generasi muda tumbuh dengan rasa cinta tanah air yang kokoh, sehingga mereka memiliki benteng kuat terhadap paparan intoleransi,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menjelaskan bahwa program ini merupakan agenda nasional yang menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia. Pihaknya menargetkan agar para pemenang dari tiap provinsi dapat berkompetisi di tingkat nasional dalam babak Grand Final yang akan digelar di Jakarta pada Agustus mendatang.
Muzani menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai prinsip hidup yang tidak tergantikan di tengah keberagaman budaya. “Kita ingin generasi muda menghormati demokrasi sebagai jalan konstitusional dalam bernegara, serta mampu berperan sebagai duta pemersatu bangsa yang dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur,” paparnya.
Dari sisi teknis penyelenggaraan, Plt. Sekjen MPR RI, Siti Fauziah, menambahkan bahwa program unggulan ini dilaksanakan melalui kolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan guna menyentuh langsung para calon pemimpin bangsa. Upaya ini diharapkan mampu memberikan fundamen yang kuat bagi para siswa agar tumbuh sesuai dengan norma bangsa.
Sebagai informasi, kompetisi di wilayah ini telah berhasil menjaring sembilan sekolah terbaik yang dinyatakan lolos ke babak penyisihan tingkat provinsi, di antaranya adalah SMAN Sumsel, SMA IGS Palembang, SMAN 1 Tanah Abang, SMAN 4 OKU, SMAN 1 Tebing Tinggi, SMKN 1 Prabumulih, SMAN 1 Gelumbang, SMAN Tugumulyo, dan SMAN 3 Prabumulih.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!