Cirebon – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk menjadi benteng pendidikan inklusif sekaligus ruang strategis dalam mencegah berkembangnya paham radikal di era digital.
Komitmen itu disampaikan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Aan Jaelani, dalam Stadium General bertema Transformasi Pendidikan Islam melalui Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Kehidupan Harmonis yang digelar di kampus setempat, Sabtu (9/5/2026).
“Transformasi pendidikan Islam harus diarahkan pada penguatan nilai-nilai moderasi beragama agar mampu melahirkan masyarakat yang damai, terbuka, dan berkeadaban,” tegas Prof. Aan.
Menurutnya, tantangan pendidikan hari ini tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga bagaimana kampus mampu menjadi benteng terhadap masuknya ideologi radikal dan intoleransi, terutama di ruang digital.
Prof. Aan memaparkan tiga strategi utama yang tengah dikembangkan kampus. Pertama, mitigasi risiko dengan memperkuat peran kampus sebagai ruang pencegahan terhadap radikalisme. Kedua, penguatan karakter mahasiswa agar tumbuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara sosial dan spiritual.
“Ketiga adalah adaptasi digital, bagaimana kampus mampu menjawab tantangan minimnya empati dan tingginya emosi di ruang siber melalui dialog yang beradab,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan, Gugun Gumilar, menyoroti pentingnya dialog lintas agama di tengah meningkatnya polarisasi di ruang digital.
“Kerukunan bukan sekadar konsep sosial, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual seluruh manusia,” ujarnya.
Ia juga memperkenalkan konsep Trilogy of Harmony, yaitu keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam sebagai fondasi membangun masyarakat multikultural yang damai.
Mengutip nilai universal dalam Al-Qur’an dan Injil, Gugun mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar sebagai penjaga harmoni bangsa.
“Generasi muda harus hadir sebagai agen perubahan dan penjaga harmoni bangsa di tengah tantangan global dan era digital,” tegasnya.
Melalui forum ini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Cirebon menegaskan posisinya sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam yang adaptif, moderat, dan relevan dengan tantangan zaman.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!